SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menggelar sidak pemeriksaan hewan kurban di Pasar Dimoro, Kota Blitar, dengan menyisir sejumlah hewan, khususnya sapi, kambing dan domba untuk dicek kesehatannya.
"Kami sejak awal Mei melakukan pemeriksaan hewan ternak yang masuk di Pasar Dimoro. Tujuannya untuk memastikan hewan ternak yang dijual dan untuk kebutuhan kurban dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi," kata Kepala DKPP Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, Kamis (07/05/2026).
Berdasarkan data petugas, ada sekitar 300 sapi yang masuk di Pasar Dimoro per hari ini. Sementara untuk kambing dan domba mencapai 700 ekor. Dan diketahui, dari hasil sidak hewan kurban tersebut, petugas DKPP Kota Blitar menemukan seekor sapi ditemukan dengan penyakit LSD (lumpy skin disease) dan belasan ekor dengan parasit cacing.
"Hasilnya tadi ditemukan 1 ekor sapi dengan LSD. Kemudian ada beberapa sapi dengan parasit cacing sekitar 16 ekor, untuk kambing yang terkena scabies ada 1 ekor," jelasnya.
Menurut Dewi, petugas langsung melakukan sterilisasi di sekitar hewan dengan penyakit itu. Termasuk menyemprotkan disinfektan. Selain itu, petugas juga mengimbau kepada pedagang hewan agar tidak membawa hewan dengan penyakit.
"Kami imbau ke pedagang agar ketika hewan itu sudah ada gejala LSD maupun PMK, untuk tidak dibawa ke Pasar karena itu rentan menular ke sapi dan kambing yang lain. Jadi langsung desinfektan untuk lokasi hewan tersebut," terangnya.
Sementara terkait kebutuhan hewan kurban di Kota Blitar, Dewi menyebut pihaknya telah melakukan penghitungan untuk ketersediaan hewan kurban tersebut. Pada tahun lalu, ada sekitar 532 ekor sapi dan 1.461 ekor kambing yang dibutuhkan. Sehingga, pihaknya terus menggencarkan secara ketat terkait pengecekan kesehatan sebelum masuk ke pasar dan lapak hewan kurban, agar hewan kurban dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi. bl-01/dsy
Editor : Redaksi