SURABAYAPAGI,Surabaya - Aplikasi E-Peken (Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo) sejak diluncurkannya pada 31 Oktober 2021 kemarin telah berhasil mencapai jumlah transaksi yang fantastis.
Melalui aplikasi yang digunakan untuk mempermudah transaksi antar pembeli, pedagang kelontong, koperasi, dan UMKM yang ada di Kota Pahlawan ini sampai dengan Minggu (14/11/2021) mencapai jumlah transaksi Rp 3.389.806.645.
Baca juga: Perkuat Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Pemkot Surabaya Gandeng Ahli Geologi
"Dengan jumlah toko kelontong yang sudah masuk E-Peken sampai dengan hari ini ada 298 toko kelontong," kata Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwik Widayati, kemarin.
Lebih lanjut ia memaparkan, agar bisa masuk ke dalam aplikasi tersebut, pengelola harus masuk koperasi toko kelontong yang sudah ada di masing masing kecamatan di Kota Pahlawan.
Baca juga: Lewat Kegiatan Mini Job Fair, Pemkot Surabaya Tawarkan 450 Lowongan Kerja
"Kami mencatat bahwa untuk mengoptimalkan keberadaan toko kelontong perlu kegiatan pemahaman terkait digital marketing," jelasnya.
"Bahkan juga manajemen pengelolaan keuangan serta manajemen pengelolaan stok barang," imbuhnya.
Baca juga: Pemkot Masifkan Edukasi Pencegahan Kebakaran saat Musim Kemarau di Surabaya
Saat ini, kata Wiwik, dalam aplikasi E Peken telah terfasilitasi untuk pemesanan barang kebutuhan pokok dan berbagai produk produk UKM yang cocok bagi para konsumen.
"Saya berharap jumlah transaksi bisa bertambah dari waktu ke waktu. Semakin tingginya nilai transaksi, masyarakat jadi tahu dan banyak yang menggunakan E Peken," tandasnya.sb2/na
Editor : Mariana Setiawati