'PERMEN SI MELA' Raih Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021

surabayapagi.com
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat menerima penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021, atas inovasi PERMEN SI MELA. SP/Dwy AS

Dorong Persalinan Bumil secara Normal dan Aman

 

Baca juga: Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas di Hardiknas 2026, Khofifah Dorong Pembentukan Karakter dan SDM Unggul Jawa Timur

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - UPT Puskesmas Bangsal Kabupaten Mojokerto, meraih penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik 2021, atas inovasi PERMEN SI MELA (Persalinan Aman, Nyaman, Sigap Melayani). Penghargaan diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo, kepada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam acara "Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik serta Penganugerahan Penghargaan Top Inovasi Terpuji Kovablik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) 2021" di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat (19/11) Grand City Convention, Surabaya. 

Inovasi PERMEN SI MELA diciptakan dengan tujuan memberi pelayanan persalinan secara cepat, aman, dan nyaman yang ditangani para tenaga profesional UPT Puskesmas Bangsal. Dengan persalinan yang sigap, diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah persalinan bumil secara normal. 

Baca juga: Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Apabila bumil merasakan tanda-tanda persalinan, bisa segera menghubungi kontak di nomor 081335010982. Bumil akan segera dijemput oleh petugas puskesmas, untuk mendapatkan pelayanan persalinan di Poned Puskesmas Bangsal. PERMEN SI MELA juga menunjukkan komitmen Kabupaten Mojokerto menuju pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

 

Baca juga: SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo saat membuka acara penghargaan, menuturkan beberapa pesan penting terkait komitmen melayani masyarakat. Tjahjo menyebut pelayanan publik sebagai bagian dari proses mewujudkan pertumbuhan, keadilan, percepatan, serta menggerakkan dan mengorganisir masyarakat. Proses perjalanan untuk peningkatan kualitas SDM sampai mewujudkan aparatur yang berinovasi, berakhlak, melayani bangsa itu, disebutnya memerlukan proses yang  panjang. 

"ASN profesional berakhlak dan inovatif, harus dilalui dengan proses yang panjang. Perizinan cepat adalah lehernya demokrasi. Kalau pimpinan daerah dapat menggerakkan semua, apa yang diminta masyarakat bisa terwujud," kata Tjahjo Kumolo. Dwy

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru