SURABAYA PAGI, Lumajang - Perhatian Pemprov Jatim kepada anak dan balita pengungsi yang dirupakan dalam bentuk pendirian dapur umum khusus Anak dan Balita diapresiasi dua institusi sekaligus.
Yakni, jajaran Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan anggota Komisi E DPRD Jatim. Apresiasi itu disampaikan saat kedua rombongan mengunjungi layanan Dapur umum di lokasi pengungsian SMPN 1 Candipuro, Lumajang, Sabtu (11/12/2021) di waktu berbeda.
"Sebagai Ahli Gizi, kami sangat menyambut baik inisiasi yang dilakukan Gubernur Jatim dalam pemenuhan asupan gizi pada kelompok rentan, seperti bayi dan balita di pengungsian," ujar Azi Samkani, ahli gizi Kemenkes RI saat bertandang bersama rombongannya.
Bersama sejawatnya Asep Adam, dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan sejumlah relawan, Azi mengaku sangat mendukung inisiatif ini.
Ia mengatakan, dalam 3 tahun terakhir, di beberapa lokasi bencana, pemenuhan kebutuhan makanan di dapur umum belum ada yang didasarkan pada usia, terutama bayi di atas 6 bulan dan balita atau anak-anak.
"Jadi, inisiatif ini sangat luar biasa. Tetap dipertahankan ya pak," pintanya kepada Kalaksa BPBD Jatim didampingi Kabid KL, Sriyono.
Selain itu, anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto, MARS yang datang bersama tim kesehatannya juga mengapresiasi inisiatif Pemprov Jatim ini.
Anggota DPRD Jatim dapil Sidoarjo yang juga direktur RS Sheila Medika ini mengaku salut dengan perhatian yang sudah dilakukan BPBD Jatim terhadap anak-anak di pengungsian.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas apa yang sudah dilakukan di pengungsian ini," ujarnya.
Khusus Layanan di hari kedua, Dapur umum Anak dan Balita BPBD Jatim menyajikan menu utama, berupa, sosis bakar, telur gulung, bubur bayi dan sop buah. Adapun menu pendampingnya, susu ultra, biscuit, wafer dan buah-buahan. (arf)
Editor : Mariana Setiawati