SURABAYA PAGI, Surabaya- Kasus pengaturan skor di Liga 3 zona Jawa Timur telah diungkap oleh Polda Jatim. Ada lima tersangka yang juga diduga terlibat.
Salah satunya Bambang Surya. Padahal, Bambang pernah dijatuhi larangan berkecimpung di dunia sepak bola oleh Komdis PSSI pada 2018. Namun, dia malah terlibat lagi pada pengaturan skor dua laga Gresik Putra (Gestra) Paranane FA.
Dugaan pengaturan skor itu ditemukan saat Gestra Paranane FA melawan Persema Malang dan kontra NZA Sumbersari FC pada penyisihan Grup B Liga 3 Jatim 2021. Bambang dijerat pasal 2 UU Nomor 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto pasal 55 KUHP.
Selain Bambang, keempat nama lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Dimas Yopi, Perwira Nusa, Imam, dan Ferry Aprianto.
Kabidhumas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko, mengatakan para tersangka akan menjalani pemeriksaan lanjutan, Rabu minggu depan (23/2/2022).
“Dalam gelar pekrara, disimpulkan bahwa perbuatan mereka telah memenuhi unsur pidana, surat pemanggilannya sedang disiapkan penyidik,” kata Gatot kepada media di Surabaya, Jumat (18/2/2022).
Kasus tersebut berawal dari laporan Presiden Gestra Paranane FA, Zha Eka Wulandari pada 15 November 2021. Eka melapor kepada PSSI bahwa dua pemain dan satu kitman menerima uang suap dari Bambang dan Ferry.
PSSI kemudian menjatuhi hukuman tegas kepada Ferry. Mantan pemain Persela Lamongan itu dihukum lima tahun larangan beraktivitas di dunia sepak bola dan denda Rp50 juta.
PSSI kemudian juga melaporkan Bambang ke Polda Jatim kala itu, Bambang tidak bisa disentuh oleh Komdis PSSI karena dirinya bukan lagi bagian dari football family. ham, min
Editor : Mariana Setiawati