Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tabel hasil survei kepuasan layanan publik di Lamongan. SP/ MUHAJIRIN
Tabel hasil survei kepuasan layanan publik di Lamongan. SP/ MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan, bahkan  kepuasan terhadap layanan publik masih menjadi pekerjaan rumah, karena hanya terpaut 4,7 persen dengan yang merasa tidak puas.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Madekhan Ali Koordinator peneliti senior dari Prakarsa Jatim,  menyampaikan hasil penelitian dan surveinya tertulis diterima surabayapagi.com pada Jum'at (24/2026).

Disebutkan olehnya, survei dengan sasaran responden yang tersebar di 14 Kecamatan, yang umurnya diatas 40 tahun tersebut diketahui, kalau soal kepuasan pelayanan publik di Lamongan diangkat 54,7 persen, yang tidak puas 45,3 persen.

Rinciannya, sebanyak 50,9% responden menilai pelayanan publik baik, dan 3,8% yang menilai sangat baik. Sementara responden yang menjawab kurang baik sebanyak 32,1%, dan menilai pelayanan publik tidak baik sebanyak 13,2%, lebih detailnya bisa dilihat ditabel.

"Apabila penilaian responden atas pelayanan publik ini dibagi dalam persepsi puas dengan perseps tidak puas, dengan pelayanan publik Lamongan, maka bisa dikatakan 54,7% menyatakan puas dan 45,3% menyatakan tidak
puas," jelasnya.

Secara analitis, meskipun mayoritas masih menilai pelayanan publik baik,  proporsi responden yang menilai kurang baik dan tidak baik mencapai 45,3%. Ini menunjukkan kualitas pelayanan publik belum sepenuhnya memuaskan.

Temuan ini sejalan dengan laporan capaian Indeks Reformasi Birokrasi Lamongan Tahun 2025 yang mencapai 87,95, dan melampaui target (LKPJ), tetapi belum otomatis diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang sangat dirasakan masyarakat. 

Dalam LKPJ Bupati Lamongan 2025, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 100,7 persen dari target, namun hasil survei menunjukkan manfaat reformasi birokrasi belum sepenuhnya terasa di tingkat bawah. 

"Masih terdapat kesenjangan yang cukup jelas, antara capaian kinerja pembangunan yang dilaporkan pemerintah, dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan," ujarnya.

Oleh karena itu, dikhawatirkan indeks reformasi birokrasi di Pemkab Lamongan masih dicapai dari faktor pemenuhan kriteria administratif saja.

Ke depan, diharapkan peningkatan indeks reformasi birokrasi, seharusnya mulai diterjemahkan menjadi dampak nyata pada pelayanan publik,
pengurangan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi. Bila tidak, maka reformasi
birokrasi hanya berhenti pada peningkatan skor administratif.

Meski secara formal, berbagai indikator kinerja utama Kabupaten Lamongan menunjukkan hasil yang positif, bahkan sebagian besar telah  melampaui target.
Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan, serta berbagai indeks tata kelola pemerintahan menunjukkan capaian yang baik. jir

Berita Terbaru

Survei, Industri Perbankan Optimistik

Survei, Industri Perbankan Optimistik

Rabu, 16 Sep 2026 07:44 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:44 WIB

SURABAYAPAGI.com – Optimisme industri perbankan masih terjaga hingga kuartal III-2026, meski ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi. Hal i…

REKAYASA SISTEMIK MULAI DIBUKA OLEH JPU

REKAYASA SISTEMIK MULAI DIBUKA OLEH JPU

Rabu, 16 Sep 2026 07:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:43 WIB

Pembaca Yth, Sejak awal saya sudah mencium, saya ini korban rekayasa sistemik. Saya protes ke penyidik dengan akal waras. Protes bahwa saya Bahwa saya tidak…

Aktor Atalarik Syach, tak Dilayani PN Adu ke MA

Aktor Atalarik Syach, tak Dilayani PN Adu ke MA

Rabu, 16 Sep 2026 07:37 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA) merespons aduan aktor Atalarik Syach terkait dugaan kejanggalan eksekusi tanah oleh Pengadilan…

Fahd A Rafiq, Politikus Golkar 3x DiOTT KPK

Fahd A Rafiq, Politikus Golkar 3x DiOTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026 07:34 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com – KPK sudah selesai melakukan gelar perkara atas operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. KPK m…

Wakil Menteri ATR/BPN Bereaksi OTT Suap Pengurusan HGB

Wakil Menteri ATR/BPN Bereaksi OTT Suap Pengurusan HGB

Rabu, 16 Sep 2026 07:29 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com – OTT berkaitan dengan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor, ditanggapi Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan meminta publik menunggu k…

PURBAYA, NGEJEK DI TIKTOK

PURBAYA, NGEJEK DI TIKTOK

Rabu, 16 Sep 2026 07:25 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com – Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan pemecatan dirinya dari Menteri Keuangan. PURBAYA mengakui pencopotan jabatannya ini tak lepas dari p…