HUT RSUD RA Basoeni Ke-17, Bupati Mojokerto Tekankan Komitmen 'Berakhlak'

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Basoeni yang ke-17, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menekankan komitmen sesuai yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yaitu Berakhlak (berorientasi, akuntabel, kompeten, harmonis, loyalitas, adaptif, kolaborasi).

Hal tersebut disampaikan Bupati Ikfina saat menghadiri senam bersama pegawai RSUD RA Basoeni, Sabtu (21/5) pagi. Dalam kesempatan ini, Bupati Ikfina didampingi Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al-Barraa, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, Plt Direktur RSUD RA Basoeni, dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, dan Forkopimca Gedeg.

Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala

Ikfina menekankan, ke depannya RSUD RA Basoeni dapat memegang dua komitmen, yang pertama yaitu Berakhlak (berorientasi, akuntabel, kompeten, harmonis, loyalitas, adaptif, kolaborasi dan yang kedua yakni, integritas, profesional, dan pengabdian yang merupakan komitmen dari semua SDM yang ada di Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memberikan pelayanan Kabupaten Mojokerto

"Nomor satu adalah berorientasi pada pelayanan, hanya ada beberapa titik yang dinilai terkait dengan pelayanan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, salah satunya adalah pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, selanjutnya akuntabel, mari kita bersama-sama berkomitmen dan saling mengingatkan semua kegiatan yang kita lakukan ini bisa dipertanggung jawabkan secara kuantitatif, akuntabel sesuai dengan aturan yang berlaku," bebernya. 

Menduduki usia yang ke-17 tahun ini, lanjut Ikfina, pihaknya mengapresiasi perkembangan serta pembangunan RSUD RA Basoeni. Dimana dari masa ke masa, RSUD RA Basoeni bisa menjadi rumah sakit yang pelayanannya semakin baik dan diakui masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

"Di usia 17 tahun, ada yang mengikuti proses bagaimana dulu RA Basoeni di awal-awal berdirinya, kemudian mengupayakan supaya mendapatkan pengakuan dari masyarakat dalam hal pelayanannya dan kemudian berkembang menjadi rumah sakit yang tidak hanya diakui, tetapi rumah sakit yang betul-betul bisa memberikan peran yang luar biasa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, terutama menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat," ucapnya.

Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini, perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Mojokerto ini mengapresiasi perjuangan tenaga kesehatan (nakes) RA Basoeni yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

"Saya menerima laporan, selama menghadapi pandemi Covid-19 dan menjadi garda terdepan untuk memberikan pelayanan kepada para penderita Covid-19, dua tahun terakhir ini ternyata tidak ada satupun dari nakes keluarga besar RA Basoeni yang dinyatakan gugur," ucapnya.

Ikfina berharap, ke depannya RSUD RA Basoeni tetap menjadi rumah sakit primadona di wilayah utara Kabupaten Mojokerto, dan tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang representatif. "Kita berharap rumah sakit RA Basoeni ini betul-betul bisa menjadi rumah sakit primadona, terutama di wilayah utara sungai," harapnya. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru