Heboh Pernikahan Manusia dan Kambing, Bupati Gresik: Itu Seperti Zaman Jahiliyah

surabayapagi.com
Bupati Gus Yani usai mengikuti rapat paripurna DPRD Gresik. SP/Grs

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin sekaligus kecewa dengan adanya ritual pernikahan antara manusia dengan kambing di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, milik anggota DPRD Gresik Fraksi Nasdem, Nurhudi Didin Arianto, di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

"Seperti zaman Jahiliyah," jawab Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, saat dimintai tanggapannya usai sidang paripurna di kantor DPRD Gresik, Senin (6/6).

Baca juga: Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Ditambahkan Gus Yani, pihaknya menyerahkan kasus ini ke alat kelengkapan DPRD. "Biar dewan yang mengurusnya," ujarnya.

Ditambahkan Gus Yani, Gresik sejak lama dikenal sebagai Kota Santri. Banyak pondok pesantren di Gresik yang mendidik masyarakat Gresik maupun luar daerah menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Baca juga: Demokrat Gresik Kecam Pencatutan Nama AHY dalam Isu Program MBG, Siap Dukung Langkah Hukum

Selain pesantren, Gresik juga dikenal sebagai Kota Wali lantaran banyak makam para Auilya atau Wali Allah seperti Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

"Mencoreng nama baik Gresik sebagai Kota Santri, Kota Wali. Sangat miris, karena peradaban sudah maju tapi masih ada saja yang menjalani peradaban kemunduran seperti zaman Jahiliyah," tegasnya.

Baca juga: Bupati Gresik Dorong SPPG Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Menurut Wikipedia, Jahiliyah adalah konsep dalam agama Islam yang menunjukkan masa penduduk Makkah berada dalam ketidaktahuan atau kebodohan. Sedangkan dalam syariat Islam "Jahiliyah" memiliki arti "ketidaktahuan akan petunjuk Ilahi" atau "kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Tuhan".

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru