Hadir di Pernikahan Manusia dan Kambing, Ketua BK DPRD Gresik Dicopot

surabayapagi.com
Nur Hudi Didin Arianto dan Muhammad Nasir, dua anggota Fraksi Nasdem yang diadukan melanggar tatib dan kode etik DPRD Gresik. SP/Grs

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Karena ikut menghadiri ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing, anggota DPRD Gresik dari Partai Nasdem Muhammad Nasir dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik. Keputusan pemberhentian sementara ini diambil melalui rapat lengkap anggota BK DPRD Gresik. 

"Surat keputusannya sudah dibuat tinggal menunggu ditandatangani oleh Ketua Dewan yang saat ini masih ada kegiatan partai di Jakarta," ungkap Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, pimpinan dewan yang mengoordinasi BK, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Heboh! Polemik Aturan Nisan 'Dicoret Tanda Silang Merah' di TPU Kludan Sidoarjo

Menurut Mujid Riduan, dalam amar putusan rapat anggota BK menyebutkan bahwa Ketua BK Muhammad Nasir yang ikut menghadiri kegiatan nikah nyeleneh pada 5 Juni lalu telah melanggar tata tertib dan kode etik dewan.

Pemberhentian akan diberlakukan sejak surat resmi disampaikan kepada yang bersangkutan. 

Baca juga: Viral Lagi di Medsos!, Menu MBG Lele dan Tahu Mentah Ditolak Mentah-mentah Pihak Sekolah

"Yang mengadukan beberapa kelompok masyarakat. Hasil rapat BK menyatakan yang bersangkutan melanggar tatib DPRD Gresik dan kode etik," imbuhnya.

Selain Muhammad Nasir, Nur Hudi Didin Arianto yang juga anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Gresik juga menjadi pihak teradu dalam kasus yang sama. Bahkan Nur Hudi memiliki peran lebih karena dia menyiapkan padepokannya sebagai tempat hajatan pernikahan manusia dengan kambing. 

Baca juga: Festival Semarak Ramadhan Al-Banjari 2026 Rebutkan Piala Ketua DPRD Gresik, Ajang Syiar dan Penguatan UMKM

Hanya saja pihak BK belum mengambil  keputusan karena masih dalam tahap penyusunan jadwal rapat pembahasan.  

Untuk sementara waktu, posisi Muhammad Nasir sebagai ketua BK digantikan oleh wakilnya, yakni Jamiatul Mukaromah dari Fraksi PKB. "Kan otomatis ketuanya berhalangan digantikan wakilnya Bu Jamiatul Mukaromah dari FKB," tutup Mujid Riduan.

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru