Sepatu Jeans Upject Mojokerto

Baru Seumur Jagung, Langsung Jadi Produk Unggulan Mojokerto

surabayapagi.com
Model saat memamerkan berbagai koleksi ekraf milik Upject

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Bicara terkait produk ekonomi kreatif (ekraf) Mojokerto, Upject Colection jadi salah satunya.

Brand home industri baru yang memproduksi sepatu, sandal, tas dan topi berbahan baku limbah kain denim atau jeans ini berhasil menyeruak diantara daftar koleksi produk ekraf unggulan Kabupaten Mojokerto.

Produsen sepatu yang baru berdiri tahun 2021 ini berlokasi di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Di outlet berukuran minimalis tersebut, terpajang puluhan produk ekraf buah karya muda mudi bumi majapahit.

Liana Nirawati (25), salah satu pengelola Upject Colection mengatakan, ide kreatif ini muncul berawal dari dirinya dan kawan-kawan sesama penggiat lingkungan memiliki kepedulian yang sama akan limbah fasyen.

Selama ini mereka melihat fasyen menumpuk dan terbuang begitu saja. “Dari situ kita mulai sharing dan berfikir kira-kira bisa jadi apa ya,” katanya.

Setelah itu, ia melalukan survei ke beberapa tempat dan browsing di dunia maya. Disitu ia menemukan limbah jeans bisa didaur ulang hingga menjadi sepatu dan tas.

Namun, kata dia, Mojokerto memiliki potensi penjual sepatu yang cukup menjanjikan. Ditambah Mojokerto juga sudah terkenal sebagai salah satu produsen sepatu.

Dengan imajinasi kreatif dibantu tangan terampil menjahit, limbah denim tersebut diubah menjadi sepatu sneakers dengan desain yang unik dan diberi merk Upject.

Selain sepatu, seiring berjalannya waktu Upject berkembang membuat topi dan tas juga. Satu pasang sepatu sneakers Upject dibanderol dengan kisaran harga mulai Rp 180 hingga Rp 300 ribu. Sedangkan tas, Rp 135 sampai 350 ribu.

“Kalau topinya Rp 80 ribu saja,” sambung Liana. Hasil karya buatan Upject ini bisa didapatkan di Outlet yang berada di Desa Kepuhanyar, Kacamatan Mojoanyar dan melalui online di akun media sosialnya.

“Untuk pemasaran onlinenya hanya di instagram saja, kalau offlinenya kita ada outlet atau ikut event-event,” ujar Liana.

Gadis berparas manis ini menambahkan, selain bisa memilih sepatu di outlet, customer juga bisa mengkustom sepatu sesuai dengan desain yang diinginkan. Customer cukup membawa kain denim atau jeans sendiri.

“Tentu harganya kalau kustom lebih murah, mungkin selisih Rp 10 sampai 20 ribu,” pungkasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru