Gencarkan Sosialisasi, Wali Kota Dorong UMKM/IKM Kota Mojokerto Tembus Pasar Ekspor

surabayapagi.com
Wali Kota Ning Ita saat membuka sosialisasi ekspor impor bagi pelaku IKM/UMKM Kota Mojokerto

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) Kota Mojokerto untuk naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor.

Salah satu bentuk stimulus ini diwujudkan dalam penyelenggaraan sosialisasi ekspor impor bagi pelaku UMKM/IKM Kota Mojokerto di Ruang Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (14/9) siang.

Tak tanggung-tanggung, tiga narasumber top dihadirkan dalam sosialisasi tersebut. Diantaranya, Dirjen Amerika dan Eropa - Kementerian Luar Negeri, Darianto Harsono, KPPBC Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, Cicik Pancariningsih dan Bank Exim Indonesia - LPEI, M. Tito Septiarto.

Dalam sambutan arahannya, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota mengatakan Kota Mojokerto kembali menjadi atensi kunjungan dari Dirjen Kemenlu RI lantaran potensi komoditas alas kakinya yang luar biasa.

Sebab kota kecil dengan tiga kecamatan ini, memiliki produsen alas kaki yang lumayan banyak dan kualitasnya juga tidak kaleng-kaleng sehingga mampu menembus pasar global.

"IKM alas kaki kita sudah mampu menembus pasar ekspor asia dan eropa sejak tahun 1995 lalu. Semoga dengan sosialisasi kali ini, pasar ekspornya semakin luas, bisa tembus amerika latin dan kepulauan karibia," ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap, jumlah eksportir dari Kota Mojokerto terus bertambah tiap tahunnya. Tak hanya belasan UMKM saja, melainkan puluhan atau bahkan ratusan. Mengingat banyaknya produk yang berpotensi dan layak menjadi komoditas ekspor.

"Makanya kita juga gandeng Bea Cukai untuk pendampingan UMKM/IKM Kota Mojokerto. Karena meskipun potensinya luar biasa, mereka kadang masih ragu-ragu dan tidak percaya diri untuk memasarkan produknya menembus pasar internasional," tukasnya.

Petinggi Pemkot ini menyebut, pihaknya akan rutin melakukan sosialisasi semacam ini tiap tahunnya. Sebab ia ingin pelaku usaha mikro yang merupakan penyumbang terbesar ketiga PDRB Kota Mojokerto bisa terus meningkatkan kontribusinya.

"Jika kali ini yang bisa tembus pasar ekspor baru 12 IKM/UMKM, maka kami harap kedepan 60 orang pelaku UMKM yang hadir dalam sosialisasi kali ini bisa menyusul," harapnya.

Sementara itu, Ani Wijaya Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto mengatakan sosialisasi kali ini menyajikan paket lengkap. Karena hadir Dirjen Amerika - Eropa Kemenlu RI yang akan memberikan gambaran terkait potensi ekspor di amerika latin dan karibia.

"Nanti akan dijelaskan secara gamblang oleh Bapak Dirjend terkait bagaimana mekanisme ekspor impor dan produk apa saja yang bisa laku dipasaran sana," tegasnya.

Selain itu, sosialisasi kali ini juga akan mengatasi persoalan klise terkait kendala pembiayaan yang selama ini selalu menghantui UMKM/IKM saat hendak melakukan aktivitas ekspor atau impor dengan menghadirkan Bank Exim Indonesia - LPEI.

"Kami ingin membuka wawasan pelaku UMKM/IKM agar mulai kembangkan sayap ekspansi ke pasar internasional. Kami akan berupaya untuk memfasilitasi dan membuka peluang serta akses pasar internasional bagi mereka," ujarnya.

Masih kata Ani, saat ini dari 31 ribu pelaku UMKM/IKM di Kota Mojokerto, hanya 12 saja yang sudah mampu menaklukkan pasar global. Namun pihaknya tidak kendor semangat untuk mendorong mereka agar mampu dan percaya diri menaklukkan pasar dunia.

"Kegiatan semacam ini perlu diadakan untuk memberi wawasan sekaligus membuka peluang akses pasar bagi mereka," pungkasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru