Dokter: Wortel tak Bisa Sembuhkan Mata Minus

surabayapagi.com
Mengonsumsi wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus, perlu ada penanganan dokter.

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dokter spesialis mata RS Sari Asih Cipondoh Kota Tangerang Reny Violeta mengatakan mengonsumsi wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus, perlu ada penanganan dokter, khususnya yang disebabkan oleh faktor usia.

"Jadi, makan wortel tidak bisa menyembuhkan mata minus. Sebaiknya jika ada keluhan harus dikonsultasikan kepada dokter mata untuk menentukan terapi yang tepat," kata Reny Violeta.

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Ia mengatakan jenis sayuran tersebut memiliki kandungan vitamin A yang baik. Hanya saja, untuk memperbaiki mata minus perlu informasi lebih jelas dari ahlinya.

Banyak orang tua yang terlihat memberikan asupan makanan kepada anaknya dengan wortel sebagai salah satu menunya. Akan tetapi, bukan wortel saja satu-satunya yang memiliki kandungan vitamin A bagus.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

"Selain wortel, semua sayuran berwarna hijau dan merah serta ikan laut sangat bagus untuk mata dan memiliki vitamin yang banyak," katanya.

Menurut dia, menjaga kesehatan mata melalui asupan berbagai nutrisi memang sangat penting. Namun semua asupan tersebut tidak bisa menyembuhkan mata yang sudah telanjur minus.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Mata minus atau gangguan mata lainnya seperti rabun dekat atau rabun jauh dan rabun yang disebabkan oleh faktor usia hanya bisa diperbaiki melalui pemeriksaan yang lengkap dan untuk memperbaikinya dibantu dengan kaca mata atau lensa kontak. "Jika diperlukan tindakan, harus melakukan tindakan operasi, seperti operasi lasik atau operasi penggantian lensa," kata dia.

Reny menyarankan jika memang ada gangguan terhadap mata baik mata minus, rabun jauh atau dekat, dan yang diakibatkan faktor usia, harus melakukan pemeriksaan kepada fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditentukan terapi yang tepat. "Alangkah bijaknya jika sebelum gangguan tersebut datang, kita jaga dengan asupan makanan bergizi," ujarnya.hkt/wrt

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru