SURABAYAPAGI, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Muhamad Bisri menyebut gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu penyakit jantung di wilayah itu.
"Pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu tertinggi orang menderita sakit jantung. Pasien ada yang menyadari lebih awal bahwa dirinya menderita sakit jantung, ada juga setelah sakit parah baru mengetahuinya," kata Bisri.
Baca juga: Pemkot Batu Gencarkan 41 Titik Screening TBC Massal Gratis, Target Eliminasi 2030
Menurut dia, pola hidup yang tidak sehat antara lain begadang, kebanyakan duduk atau jarang bergerak, kurang berolahraga, merokok, mengonsumsi alkohol, makan makanan yang tidak sehat, dan kurang menjaga kebersihan diri.
Untuk menjaga agar kesehatan jantung terpelihara, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat. Misalnya istirahat yang teratur, rutin berolah raga, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan sehat.
"Satu hal penting yang harus dimiliki diri kita yakni hidup bahagia, jangan stres. Stres dapat menjadi pemicu penyakit jantung," ucapnya.
Baca juga: Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia
Bisri mengemukakan kesehatan tidak dapat dibeli dengan uang. Namun kebutuhan uang semakin besar apabila seseorang menderita penyakit, seperti jantung.
"Jaga kesehatan, rawat organ tubuh kita agar bahagia sepanjang masa. Makan-makanan yang bergizi, tidak perlu yang mahal, dan nikmati hidup dengan rutin berolahraga ringan," ucapnya.
Baca juga: Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih
Ia mengatakan penyakit jantung mendapat perhatian khusus dari Pemprov Kepri karena jumlah penderitanya paling banyak. Sebagian besar penderita penyakit jantung dapat bertahan hidup melalui pengobatan dan pemeriksaan rutin oleh dokter ahli.
"Tingkat kematian akibat penyakit jantung juga tinggi di Kepri, sama seperti di tingkat nasional," ucapnya.hlt/jtg
Editor : Mariana Setiawati