SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Shelter Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnisnya lebih dari 20% di tahun 2023, melalui ekspansi di bidang teknologi informasi.
Dengan demikian para pelanggan Shelter Indonesia dapat memberikan fokus perhatian pada proses bisnis utama agar bisa meningkatkan daya saing dan pengembangan bisnis utamanya.
"Shelter Indonesia telah menunjukkan pencapaian bisnis yang luar biasa dan menjadi salah satu perusahaan outsourcing terpercaya serta terbesar di Indonesia. Kami akan terus tingkatkan peran teknologi di semua proses layanan agar terus berkembang. Kalau untuk target tahun depan mungkin 20% ya," ujar Komisaris Independen Shelter Indonesia, Irjen Pol (Purn) Sriyono dalam acara HUT ke-20 Shelter Indonesia di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (21/10/2022).
Menurut Sriyono, penguatan ini merupakan salah satu langkah untuk menjadi perusahaan outsourcing yang berorientasi sebagai enabler terhadap peningkatan produktivitas pelanggan.
"Kami percaya akan pentingnya peran teknologi untuk dapat menjawab tantangan dan daya saing usaha," jelasnya.
"Oleh karena itu dalam HUT ke-20 ini kami dengan bangga menginformasikan bahwa kami telah mengintegrasikan sistem kami agar lebih bersahabat untuk menjadi one stop solution bagi para Pelanggan. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang selama ini telah diberikan bagi Shelter Indonesia," tambah purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.
Komisaris Utama Shelter Indonesia, Wildy Istimror menambahkan, penguatan teknologi yang dimaksud yakni terlihat dari dilakukannya peluncuran PatrolQU yang merupakan perangkat lunak berbasis web dan android yang digunakan sebagai alat pengawasan kerja satpam dengan menggunakan QR Code, GPS, dan NFC.
"Melalui perangkat lunak ini, pelanggan dapat melakukan pengecekan kondisi tempat mereka yang dijaga oleh satpam secara online dan real-time di manapun mereka berada," katanya didampingi Akhmad Setiadi, Chief Executive Officer Shelter Indonesia, Akhmad Setiadi dan jajaran manajemen serta pelanggan.
Editor : Redaksi