Studi: Suntikan Kortikosteroid Justru Perburuk Osteoarthritis

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Injeksi kortikosteroid merupakan salah satu terapi yang bisa diberikan pada pasien dengan masalah osteoarthritis. Namun, menurut studi, terapi ini justru berpotensi dapat memperburuk kondisi osteoarthritis.

Ada dua studi berbeda yang menyoroti dampak injeksi kortikosteroid pada osteoarthritis. Kedua studi ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America.

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Studi pertama dilakukan oleh tim peneliti dari University of California. Studi ini melibatkan 210 pasien yang telah terdiagnosis dengan osteoarthritis pada lutut. Selama dua tahun, sebanyak 70 pasien menerima injeksi kortikosteroid intraartikular sedangkan 140 pasien sama sekali tidak mendapatkan injeksi tersebut.

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa injeksi kortikosteroid pada lutut tampak berkaitan dengan perburukan osteoarthritis di lutut. Hubungan di antara keduanya dinilai signifikan.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Studi kedua dilakukan oleh tim peneliti dari Chicago Medical School of Rosalind Franklin University of Medicine and Science. Dalam studi ini, tim peneliti melakukan perbandingan perkembangan osteoarthritis pada pasien yang menerima injeksi kortikosteroid dengan injeksi asam hialuronat.

Kelompok pasien yang menerima injeksi asam hialuronat tampak menunjukkan perbaikan kondisi osteoarthritis, khususnya pada lesi sumsum. Akan tetapi, pasien yang mendapatkan injeksi kortikosteroid tampak mengalami perburukan yang lebih signifikan.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

"Hasil ini mengindikasikan bahwa injeksi asam hialuronat perlu lebih dieksplorasi dalam manajemen gejala osteoarthritis lutut, dan injeksi steroid sebaiknya dimanfaatkan dengan lebih hati-hati," jelas tim peneliti, seperti dilansir Fox News, Kamis (1/12/2022).hlt/ost

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru