Karantina Banyuwangi Perketat Pemeriksaan Dokumen Hewan Ternak Jelang Idul Adha

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban sapi di Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW
Ilustrasi. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban sapi di Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Mengantisipasi penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masuk di wilayah Kabupaten Banyuwangi, kini Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Satuan Pelayanan Tanjung Wangi/Ketapang setempat mulai memastikan pengawasan lalu lintas ternak berjalan optimal, dengan memperketat pemeriksaan kelengkapan dokumen karantina dari daerah asal terus dilakukan secara rutin dan diperketat guna menjamin kesehatan hewan yang masuk ke Pulau Jawa, menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kita sudah berkoordinasi dengan lintas sektoral terkait Dinas Pertanian Banyuwangi. Pada intinya, pelayanan pemeriksaan dokumen hewan dari daerah asal tetap dilakukan di kantor Balai Karantina Banyuwangi,” ujar Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Ketapang Banyuwangi, Drh. Fitri Hidayati, Rabu (06/05/2026).

Fitri menjelaskan bahwa skema pengawasan dilakukan berlapis. Sebelum tiba di Banyuwangi, pemeriksaan dokumen hewan khususnya sapi telah diperketat sejak dari titik keberangkatan seperti Karantina Gilimanuk (Bali) atau Karantina Lembar (Lombok). Setibanya di Banyuwangi, petugas kembali melakukan verifikasi dokumen untuk memastikan validitasnya.

“Kita melakukan percepatan dalam hal pemeriksaan dokumen hewan agar jangan sampai terhambat. Meskipun diperketat, pelayanan tetap diupayakan cepat dan efisien,” tambahnya.

Sehingga, dengan adanya langkah tegas ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Dalam regulasi tersebut, setiap komoditas yang dilalulintaskan wajib disertai dokumen karantina yang sah untuk mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Pihak Karantina mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha agar selalu mematuhi prosedur yang berlaku. 

“Diharapkan masyarakat tetap melaporkan setiap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk diperiksa kelengkapan dokumennya di Karantina. Sejauh ini, untuk tahun ini tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar,” tutup Fitri. by-01/dsy

Berita Terbaru

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…