SURABAYAPAGI, Surabaya - Mewanti jika masih ada koalisi partai yang terpikir untuk mendeklarasikan figur calon wakil presidennya (Cawapres) di ujung waktu masa pendaftaran, maka artinya mereka berarti kurang berpikir strategis.
Baca juga: Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi
Sebab, pendeklarasian Cawapres di masa akhir akan memberikan ruang terbatas bagi calon presiden (Capres) untuk mengoptimalkan insentif elektoral yang bisa dikontribusikan oleh Cawapres pada potensi kemenangannya.
Selain itu, saya meyakini, pada saat yang sama, pendeklarasian Cawapres di tahap akhir juga akan merepotkan Capres jika ada respon negatif dari masyarakat dan serangan intens dari lawan politik.
Baca juga: Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik
Dengan kata lain, deklarasi Capres-Cawapres lebih awal akan menghadirkan ruang dan waktu yang lebih terbuka bagi koalisi untuk mengokohkan sentimen positif dan memitigasi serangan mematikan dari lawan politik.
Masa kampanye hanyalah 75 hari. Maka potensi kemenangan lebih besar bisa diperoleh terhadap koalisi partai yang lebih cepat mendeklarasikan pasangan Capres-Cawapresnya.
Baca juga: Mantan Cawapres PDIP Ajak, Semuanya Terima Hasil Pilpres 2024
Tujuannya mengokohkan basis pemilih loyal, memitigasi serangan, dan mempengaruhi swing voters secara lebih cepat dan efektif.
(Lewat keterangannya yang dikutip dari laman Liputan6.com, Senin (26 Desember 2022)
Editor : Mariana Setiawati