SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Taman bermain ramah anak yang berada di sudut alun-alun di Kota Mojokerto kali ini menjadi jujukan destinasi wisata lokal. Meski Pemkot belum membuka secara resmi pemanfaatan playground tersebut.
Terlihat sejumlah anak-anak, asyik bermain di dalam area taman yang berpagar besi keliling berwarna hitam. Dengan lantainya menggunakan rumput sintetis. Apalagi masa libur sekolah hampir usai.
Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala
Satu persatu alat permainan yang ada di dalam area taman bermain digunakan mereka. Bahkan, para orang tua ikut masuk mendampingi anak-anak yang bermain sembari berswafoto. Kendati, pintu pagar masih tergembok dari luar.
Yah, Anak-anak itu harus diangkat ke atas pagar agar bisa bermain riang gembira. Ada beberapa juga orang tua yang duduk dan menunggu sang anak puas bermain ayunan, perosotan, spring rider, dan area tiang gelantung secara bergantian.
Berbagai macam dan jenis permainan playground yang ada tidak hanya untuk bersenang-senang, melainkan terdapat fungsi lain yang baik untuk anak.
Contohnya seperti mampu menstimulasi sistem motorik dan sensorik pada anak. Kedua hal ini mampu mengasah keterampilan yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bermain secara aktif akan mampu membuat anak lebih sehat dari segi fisik dan mental serta mampu meningkatkan fokus belajar dan mengasah kepercayaan pada diri.
"Sudah dua kali ini ke sini (playground), pertama Sabtu (31/12/2022) kemarin. Itu rame banget, soalnya ini baru juga. Sudah lihat sejak pertengahan Desember kemarin," ucap Rindi warga Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang sengaja datang bersama tiga anak dan suaminya, Selasa (3/1/2023).
Dirinya rela menaiki pagar hitam setinggi 50 sentimeter itu, agar anak-anaknya bisa mencoba setiap permainan yang disediakan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini.
"Pintunya masih digembok, tapi pada lihat banyak yang masuk. Anak-anak juga jadi pengen ikutan," ucapnya tersenyum.
Hal sama diamini, Salim warga Kelurahan Muji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto yang mendampingi putranya berusia 4 tahun menaiki spring rider.
"Waktu kemarin-kemarin masih belum ada yang masuk. Takut mungkin. Tapi ini udah mulai pada masuk, jadi ikutan main juga. Anak saya suka," ucapnya yang duduk di samping permainan sembari menggoyangkan spring rider.
Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan
Yah, di samping pintu masuk terdapat papan bertuliskan peraturan di area bermain (rules playing area), yang berisikan informasi jam operasional sejak pukul 06.00 - 09.00 WIB setiap harinya.
Dimana permainan ini rupanya diperuntukkan untuk anak usia 5 hingga 12 tahun. Selain itu, anak di bawah 5 tahun harus didampingi orang tua atau pengawasan.
Untuk masuk ke dalam area taman bermain, setiap pengunjung diharuskan melepas alas kaki. Tak boleh berlarian, saling dorong, atau membawa makanan dan minuman ke dalam area bermain.
Pengunjung juga dilarang membawa hewan peliharaan, tak boleh buang sampah sembarangan, pendamping dilarang merokok, dan saat hujan atau alat bermain basah, anak-anak dilarang menggunakannya. Dwi
Editor : Moch Ilham