SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menyikapi pemberitaan di salah satu media online, terkait tudingan dana partisipasi dari Komite Pendidikan SMAN 9 Surabaya, yang salah satunya diperuntukkan untuk pembangunan masjid. Pengurus yayasan Masjid Al Maghfiroh SMAN 9 Surabaya yang lokasinya berada di dalam komplek gedung SMAN 9 Surabaya di Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya, buka suara.
Pengurus yayasan masjid mengklaim tidak menerima dana partisipasi Komite Pendidikan SMAN 9 Surabaya. Justru dana pembangunan masjid Al Maghfiroh SMAN 9 Surabaya, berasal dari donasi secara terbuka yang dilakukan oleh pengurus yayasan Masjid.
“Perlu kami tegaskan, dan luruskan, bahwa panitia pembangunan masjid Al Maghfiroh SMAN 9 Surabaya, tidak menerima donasi yang bersumber dari Komite SMAN 9 Surabaya seperti yang dituduhkan dalam salah satu media online yang beredar. Baik itu dalam bentuk uang atau dalam bentuk apapun,” kata Zainal Abidin ST, MT, seperti keterangan tertulis yang diterima Surabaya Pagi, Sabtu (11/3/2023).
Zainal Abidin, salah satu tim Panitia Pembangunan Masjid Al Maghfiroh SMAN 9 Surabaya, menjelaskan sumber pemasukan dana pembangunan masjid berasal dari penggalian dana secara terbuka.
“Justru kami sebagai panitia pembangunan masjid SMAN 9, murni dari penggalangan dana secara terbuka kepada khalayak umum yang dilakukan yayasan masjid.”
“Jadi apabila disangkutkan dengan dana partisipasi itu, tidak benar. Kami punya bukti. Tidak ada sebagian dana itu (dana partisipasi dari Komite, red) untuk pembangunan masjid. ” lanjut Zainal, yang ditemani Bidang Hukum Tim Panitia Pembangunan Masjid SMAN 9 Surabaya, Ervin Harahap SH, MH.
Selain itu, Zainal juga bersedia transparansi untuk membuka laporan hasil donasi pembangunan Masjid Al Maghfiroh SMAN 9 Surabaya. ”Kami siap membuka. Sebab seluruh transaksi yang berkaitan dengan pembangunan masjid tersebut, secara rutin dan berkala, sudah kami laporkan kepada setiap para donator, dan seluruh keluarga besar SMAN 9 Surabaya. Silahkan saja datang ke kami," ungkap Zainal.
Seperti yang diberitakan di salah satu media online, ada tudingan bahwa dana partisipasi yang ditarik oleh pihak Komite SMAN 9 Surabaya sebesar Rp 172 ribu setiap bulan per siswa, ini digunakan untuk membayar gaji honorer, serta untuk pembangunan masjid di SMAN 9 Surabaya. (dna/rmc)
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi