Memaksa Buang Air Kecil Berbahaya untuk Kandung Kemih

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyak dari Anda memiliki kebiasaan untuk buang air kecil sebelum melakukan perjalanan panjang. Biasanya ini dilakukan untuk berjaga-jaga agar di perjalanan tidak repot mencari toilet. Sayangnya, kebiasaan tersebut ternyata berdampak pada kandung kemih.

Spesialis kesehatan pelvic dan fisioterapis Tiffany Sequeira memperingatkan agar tidak buang air kecil sebelum meninggalkan rumah jika belum waktunya. Dia mendesak orang-orang agar buang air kecil sampai pada waktunya.

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

 “Anda sebaiknya hanya menggunakan toilet saat perlu buang air kecil jika ingin menjaga kesehatan kandung kemih,” kata Tiffany dilansir Mirror.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Menurut dia, kebiasaan berjaga-jaga ini dapat membuat tekanan berbahaya pada kandung kemih yang kosong sebelum terisi dengan urine. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kandung kemih, tetapi bisa berdampak pada otot dasar pelvis.

“Umumnya, saat kandung kemih terisi, regangan urine yang menekan dinding kandung kemih menciptakan sinyak ke otak untuk menghasilkan rangkaian dorongan yang menyebabkan Anda akan buang air kecil,” ujarnya.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Dia mengatakan, kebiasaan berjaga-jaga ini dapat menyebabkan disfungsi pada sinyal kandung kemih. "Seiring waktu kandung kemih Anda menjadi terbiasa untuk buang air kecil, urine pada kapasitas yang lebih rendah dari biasanya mengakibatkan kandung kemih lemah," ujarnya.hlt/kmh

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru