Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu penderita skizofrenia atau gangguan jiwa berat yang dipasung keluarganya di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG
Ilustrasi. Salah satu penderita skizofrenia atau gangguan jiwa berat yang dipasung keluarganya di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti viralnya masalah skizofrenia atau gangguan jiwa berat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo telah memastikan sebanyak  2.188 pasien terpantau dan mendapatkan layanan kesehatan secara rutin hingga 2026 dan kini telah masuk dalam sistem pemantauan layanan kesehatan daerah.

"Orang dengan Gangguan Jiwa Berat atau skizofrenia, data kami sampai saat ini ada 2.188 orang," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, Jumat (06/02/2026).

Seluruh pasien tersebut ditangani oleh 32 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Ponorogo. Menurutnya, semua puskesmas sudah memiliki kemampuan menangani pasien gangguan jiwa berat. Ribuan pasien tersebut berada dalam kondisi terkontrol. Dinkes Ponorogo juga memiliki sistem koordinator untuk memastikan pengobatan berjalan sesuai prosedur.

"Mereka rutin minum obat dan dipantau langsung oleh petugas puskesmas masing-masing di wilayahnya. Kita ada koordinatornya. Jadi bisa dipantau kondisinya bagaimana, pengambilan obatnya bagaimana. Alhamdulillah tidak ada yang sampai ngamuk atau membahayakan," tegasnya.

Sebagai contoh, Anik menyebut Puskesmas Jambon yang memiliki petugas khusus kejiwaan. Petugas tersebut akan turun langsung ke lapangan apabila ditemukan pasien yang tidak rutin mengonsumsi obat. Sementara itu, saat ditanya terkait praktik pemasungan terhadap pasien gangguan jiwa berat, Anik memastikan bahwa Ponorogo saat ini sudah zero pasung.

"Kalau ada yang tidak rutin minum obat, nanti ada pengawas minum obat yang turun langsung ke lokasi. Untuk pasung, Ponorogo sudah zero pasung. Terakhir itu Hananto dan Majid di Sendang, Jambon. Setelah itu tidak ada lagi," pungkas Anik. pn-02/dsy

Berita Terbaru

Selama Musim Kemarau 2026, BPBD Kota Madiun Petakan Kelurahan Rawan Krisis Air

Selama Musim Kemarau 2026, BPBD Kota Madiun Petakan Kelurahan Rawan Krisis Air

Rabu, 10 Jun 2026 11:05 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Selama musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan BMKG berlangsung lebih panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota…

Pemkab Tulungagung Dorong Reaktivasi Pasar yang Sepi Pedagang Lewat Teguran SITU

Pemkab Tulungagung Dorong Reaktivasi Pasar yang Sepi Pedagang Lewat Teguran SITU

Rabu, 10 Jun 2026 10:54 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan…

Bakal Jadi Ikon Baru, Pemkot Surabaya Mulai Kebut Penataan Area Plaza KBS

Bakal Jadi Ikon Baru, Pemkot Surabaya Mulai Kebut Penataan Area Plaza KBS

Rabu, 10 Jun 2026 10:48 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka menggenjot objek ikon baru, sekaligus juga menarik pengunjung ke lokasi wisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Pemkot Malang Salurkan Beasiswa Bagi 551 Pelajar dan Mahasiswa Tak Mampu

Pemkot Malang Salurkan Beasiswa Bagi 551 Pelajar dan Mahasiswa Tak Mampu

Rabu, 10 Jun 2026 10:40 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, telah berkomitmen dengan menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi 551…

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga,  Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga, Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Surabaya Pagi.com – Pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Surabaya tahun ini memunculkan fenomena baru yang menarik. Jika selama bertahun-tahun aspirasi warga d…

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Surabaya Pagi.com  –Reses merupakan instrumen penting untuk memastikan suara masyarakat masuk dalam proses pembangunan daerah.kegiatan tersebut merupakan am…