SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Selama periode 1-22 Januari 2026, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, telah menangani sebanyak 70 kasus demam berdarah dengue (DBD). Dan dari data yang didapat, untuk jumlah kasus terbanyak berada di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Ambunten, Kalianget, dan Puskesmas Pamolokan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengungkap, jika jumlah kasus DBD ini sesuai dengan laporan yang disampaikan petugas medis dari berbagai pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep.
"Sesuai dengan laporan yang disampaikan kepada Dinkes Sumenep, jumlah kasus di tiga puskesmas tersebut masing-masing sebanyak enam orang dan hingga saat ini sebagian masih menjalani perawatan," katanya, Jumat (23/01/2026).
Lebih lanjut, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada para petugas medis di berbagai kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya berperilaku hidup sehat serta mengimbau agar segera dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Di dalam sosialisasi tersebut, Dinkes P2KB sumenep menggencarkan program 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
"Yang prioritas adalah di sekitar tempat kejadian di mana ada warga positif terserang DBD," katanya.
Selain itu, Syamsuri juga diminta agar menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan obat anti nyamuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD. sm-01/dsy
Editor : Redaksi