SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Karena terkendala cuaca dan iklim yang tidak menentu, seorang petani di Lamongan tepatnya di Desa Ganggantingan Ngimbang menanam buah melon jenis premium dengan menggunakan metode hidroponik, dan hasilnya pun cukup melimpah.
Diungkapkan Anton dari Manajemen Hartono Farm Mandiri, bahwa usaha milik Toni Hartono ini berdiri di atas lahan seluas 1 hektar yang terbagi dalam 2 lokasi yakni 5000 meter persegi di Desa Ganggantingan dan 5000 meter persegi di Desa Mendogo.
Baca juga: Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Banjir Bengawan Jero di Lamongan
Yang sekarang ini di lokasi pertama berdiri 9 greenhouse dengan ukuran 400 meter persegi per unitnya, dengan kapasitas tanam 1480 batang. Masa tanam 75 sampai 80 hari tergantung jenis melon. "Asumsi kita satu kali masa tanam hasil yang didapatkan 2 sampai 2,5 ton dengan kualitas dan kuantitas yang bisa stabil," terang Anton.
Selain itu, dikatakan Anton bahwa kebun ini diharapkan dapat menjadi pionir, percontohan bagi petani lain untuk mengelola pertanian dengan lebih maju, juga menjadi icon baru di Lamongan yakni melon premium hidroponik Lamongan.
"Kami berharap terus support dan dukungan Pemkab Lamongan, agar kita tidak hanya bisa memberikan kontribusi di domestik saja, syukur-syukur Nanti kalau kita bisa tahu formulasi terbaik kita bisa sampai ikut ekspor, insya Allah nantinya," harapnya.
Baca juga: Program Edufarm Mantup Jadi Pusat Edukasi Peternakan Terpadu Lamongan
Adapun jenis melon premium yang ditanam yakni melon dengan jenis talent dan inthanon, dengan harga jual sampai ke tangan pembeli berkisar antara Rp. 40 ribu hingga Rp. 50 ribu per kilonya.
Sementara itu, bupati Yuhronur Efendi saat ikut memanen perdana di Kebun Melon mengaku bangga, dan berharap melon premium hidroponik tersebut kedepannya dapat terus berkembang lebih maju, tidak hanya didistribusikan di pasar nasional tapi juga dapat diekspor ke pasar internasional.
Selain itu, bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Lamongan terus mendorong agrobisnis ini untuk dapat dikolaborasikan dengan pariwisata, menjadi agrowisata hu.
Baca juga: Aksi Nyata Terus Dilakukan, PWI Lamongan Gelar Baksos di Wilayah Perbatasan
"Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong. Kita dorong pertanian agrobisnis ini nanti tidak hanya sekedar agrobisnis semata tapi kita upayakan untuk bisa kita kolaborasikan dengan pariwisata, yang biasa kita sebut dengan agrowisata," katanya.
Disebutkannya kelahiran Hartono Farm Mandiri ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pusat edukasi pertanian non-konvensional menggunakan media tanam air. "Ini kita harapkan nanti kedepannya bisa menjadi pusat edukasi, tempat agrowisata sebagaimana yang sudah dilakukan petani di tempat lain, pembeli memanen, memetik, dan menimbang sendiri buah yang dibeli," harapnya. jir
Editor : Moch Ilham