Pastikan Kenyamanan Pemudik, PLN Sediakan SPKLU dan Posko Mudik di Jatim

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Madiun - Jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas kelistrikan. General Manager PLN UID Jawa Timur Lasiran melakukan pemberhentian langsung di Stasiun Pengukuran Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) 626 A Madiun dan Posko Mudik.

“Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik di Jawa Timur lokasi SPKLU tersebar di 8 lokasi sehingga sepanjang hingga sampai Bali tersedia semua titik pengisian. Tidak perlu khawatir, selama pengisian pun bisa sambil bersantai di posko mudik,” terang Lasiran.

Total terdapat 8 lokasi terpasangnya SPKLU yang disiapkan oleh PLN untuk pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.

8 lokasi terpasangnya SPKLU tersebut antara lain Rest Area 626 A, 626 B Madiun, Embong Wungu, WTC, PLN Nusantara Power, Malang, Situbondo, dan Banyuwangi.

Pada tahun ini, PLN berencana menambah SPKLU yang Kan dipasang pada 9 titik di beberapa wilayah lainnya di Jawa Timur.

Yaik Demanto salah satu pemudik yang menggunakan mobil listrik menuturkan pengalamannya menggunakan kendaraan listrik dan melakukan charging di SPKLU Madiun.

“Sudah biasa melakukan pengisian di SPKLU Saradan, tarifnya pun tergolong murah 1 kWh hanya 2700 rupiah, sampai full kurang lebih 50 kWh atau sekitar 120ribu sudah sampai Surabaya. Untuk pengisiannya menggunakan PLN Mobile mudah dan cepat,” ungkapnya.

Selain itu, PLN juga menyediakan 15 posko mudik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur seperti Madiun, Ngadiluwih, Wlingi, Mojoagung, Pacitan, Kepanjen, Blega Madura, Rogojampi, Banyuwangi, Brondong, hingga Babat.

“Pemudik yang kelelahan bisa mampir di posko mudik yang telah kami sediakan. Ada kursi pijat, ruangan sejuk, makanan minuman, dan sebagainya yang tentunya dapat mengurangi rasa lelah akibat perjalanan jauh,” papar Lasiran.

Bagi masyarakat yang hendak mudik, PLN mengimbau agar memastikan kelistrikan di rumah aman dengan mencabut aliran listrik yang tidak diperlukan dan melaporkan potensi bahaya melalui aplikasi PLN Mobile. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru