Kemelut Unisla Meruncing, Kubu Bambang Tunjuk Pj Rektor Baru

surabayapagi.com
Ketua YPPTI Sunan Giri versi Bambang Eko Moeljono menyerahkan surat pengangkatan Pj Rektor ke Abd Ghofur. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

Kubu Wardoyo Sebut YPPTI Versi Bambang adalah Abal-abal

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perpecahan di civitas akademik Universitas Islam Lamongan (Unisla) benar-benar terjadi, kedua kubu nampaknya sudah tidak bisa disatukan, bahkan laporan dugaan pelanggaran pidana menjadi pelabuhan terakhir, dan dualisme kepemimpinan di kampus hijau ini tak bisa terelakan.         

Puncaknya, kemarin Jum'at (5/5/2023) tepatnya di Masjid Muhadlaratul Afkar menjadi saksi perseteruan dua kubu di internal Universitas Islam Lamongan (Unisla), karena di tempat itu ketua Yayasan Pembina Pendidikan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri versi Bambang Eko Moeljono eks rektor yang sebelumnya diberhentikan karena alasan jabatannya habis, mengumumkan dan mengangkat Abd Ghofur sebagai Pj rektor Unisla, dan menetapkan pejabat rektorat, lima dekan yang diberhentikan sebelumnya.

Padahal beberapa waktu yang lalu Wardoyo ketua Yayasan Pembina Pendidikan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri yang mengelola Unisla melantik Dody Eko Wijayanto sebagai Pj Rektor, dan memberhentikan 27 pejabat rektorat, 5 dekan dan kepala biro administrasi umum keuangan dan kepegawaian hingga wakil direktur Pondok Pesantren.

"Kami angkat pak Abd Ghofur sebagai Pj Rektor Unisla, untuk mengisi kekosongan jabatan, setelah saya resmi mengundurkan diri, karena saya diangkat menjadi ketua Yayasan Pembina Pendidikan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri menggantikan pak Wardoyo yang masa jabatannya habis sejak 2 Mei 2023," kata Bambang.

Disebutkan olehnya, ia mendapatkan amanah sebagai Ketua Yayasan YPPTI Sunan Giri Lamongan sesuai berita acara Keputusan Rapat Dewan Pembina YPPTI Sunan Giri Islam Lamongan tertanggal 13 April 2023 yang dibuat oleh Evi Mardiana Hidayat notaris Surabaya. 

Setelah pengangkatan Pj rektor ini, pihaknya meminta semuanya untuk kembali berkonsentrasi untuk mendidik mahasiswa sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, dan pihaknya tetap akan berkantor di Unisla, dan dirinya juga sudah memberikan pemberitahuan kepadanya agar menyerahkan kelengkapan organisasi. 

Agar terjadi akselerasi percepatan untuk kegiatan-kegiatan perkuliahan sebagaimana mestinya, Bambang berharap, PJ Rektor Unisla Dody Eko Wijayanto tidak mengunci ruangan-ruangan yang ada maupun peralatan lainnya. 

"Kabarnya dikunci, tapi saya tidak tahu pasti. Begitu juga dosen dan staff juga belum dibayar sampai hari ini. Untuk mengatasi hal ini kami secepatnya akan ke bank untuk mengadakan perbaikan," katanya sambil menegaskan tidak ada dualisme kepemimpinan. 

Sementara itu di tempat terpisah Nuril Badriyah Wakil Rektor III Unisla mengatakan pihaknya masih harus tetap berpegangan pada landasan hukum yg kuat, kalau ketua dan pengurus yayasan hingga saat ini yg terdaftar dan diakui oleh AHU Kemenkumham adalah Wardoyo.

"Maaf saya informasikan bahwa keterangan dari kuasa hukum kami bahwa 10 menit yang lalu dicek di Kemenkumham bahwa ketua YPPTI Sunan Giri adalah pak Wardoyo, masyarakat luas agar tahu duduk permasalahan," ungkap Nuril panggilan akrab saudara pendiri Unisla Hasan Bisri Rektor pertama tahun 1999.

Hal ini juga dibuktikan bahwa mereka yang mengangkat pengurus baru (P. Bambang dkk) tidak berani sosialisasi dan menunjukkan akta nya yang tanggal 13 april 2023 karena belum terdaftar di AHU Kemenkumhan, sehingga pengurus YPPTI yang baru ini adalah abal-abal. 

"Pengurus YPPTI yang baru ini adalah abal-abal yang otomatis Pj. Rektor yang diangkatnya juga abal-abal sehingga dekan dan struktur dibawahnya juga abal-abal," ungkap Nuril sambil menunjukan sejumlah bukti akte notaris dan juga bukti pendirian Unisla kepada awak media di kediamannya.

Sehingga tambah dia, karena ketua Yayasan yang sah saat ini adalah Wardoyo, maka Pj.Rektor dan jajaran dibawahnya yang sah adalah P. Dody dan jajarannya di bawahnya. "Karena itu kesimpulannya tidak ada dualisme kepemimpinan. Mari kita bersama sama tetap utamakan kepentingan seluruh civitas akademika (dosen, mahasiswa dan karyawan) agar tidak terganggu dan berjalan seperti biasanya, semoga polemik ini segera berakhir dengan baik," tegasnya.jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru