Miris! Dikenal Keluarga Agamanis, Ibu dan Anak Kandung Berhubungan Seksual Selama 11 Tahun

surabayapagi.com
Illustrasi perlakuan menyimpang ibu dan anak saling bersetubuh. SP/ SMT

SURABAYAPAGI.com, Sumatera - Bukittinggi, Sumatera Barat tengah santer dan viral adanya hubungan terlarang yang dikatakan tidak lazim, pasalnya ibu kandung dan anak kandung kedapatan sering berzina selama 11 tahun, padahal keluarga tersebut dikenal agamanis.

Diketahui hubungan tersebut bermula saat sang anak duduk di bangku SMA dan kini sudah berusia 28 tahun. Sementara sang ibu kini berusia 51 tahun.  Ayahnya masih hidup dan berusia 83 tahun. Mereka dikenal sebagai keluarga yang agamis di lingkungannya, bahkan adiknya hafidz quran dan sang ibu dikenal selalu menggunakan kerudung panjang.

"Anak itu sejak SMA telah melakukan hubungan seksual dengan ibunya," kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar.

Namun, di balik kesempurnaan tersebut, ternyata ada kisah pilu yang tersimpan. Kisah tentang bagaimana seorang anak dan ibunya menjalin hubungan terlarang yang tak seharusnya terjadi. 

"Mirisnya, ini terjadi di tengah keluarga utuh yang yang dikenal cukup agamis. Bapaknya ada, adiknya hafidz quran, ibunya kerudungnya besar. Coba bayangin, dunia sudah tua," ungkapnya lagi, Jumat (23/06/2023).

Setelah hubungan ibu setubuhi anak kandung ini terbongkar, anak muda tersebut sekarang telah dikarantina oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Pemerintah kota tidak tinggal diam melihat kejadian ini.

Erman Safar juga menekankan pentingnya melindungi anak-anak dari potensi eksploitasi dan kekerasan seksual yang dapat merusak masa depan mereka, bahkan dari anggota keluarga sendiri.

"Dalam upaya mencegah kasus seperti ini terjadi di masa mendatang, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu pernikahan anak di bawah umur dan memperkuat upaya perlindungan anak," pungkasnya.

Hingga kini, belum diketahui apakah sang ibu, yang berhubungan seksual dengan putranya sendiri itu, diproses hukum atau tidak. dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru