SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Seiring meningkatnya sejumlah komoditas pangan hingga bahan bakar transportasi, turut mempengaruhi pola kebiasaan masyarakat di Kota Probolinggo yang kini menuju penggunaan sepeda listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin hingga solar.
Minat masyarakat Kota Probolinggo terhadap penggunaan sepeda listrik menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada tahun 2026. Bahkan, angka penjualan tersebut meningkat hingga mencapai rata-rata 8 hingga 15 unit per hari, dengan total penjualan bulanan tembus lebih dari 100 unit.
Diketahui, peningkatan tersebut didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas baterai yang semakin awet. Meskipun banyak diminati, penggunaan sepeda listrik bukan tanpa tantangan. Kendala yang paling sering dilaporkan adalah terkait masa pakai baterai yang biasanya perlu diganti setelah 2 hingga 3 tahun pemakaian.
"Untuk harga, produk yang ditawarkan sangat variatif, mulai dari Rp3.000.000 hingga Rp3.400.000, dengan merek tertentu menjadi pilihan yang paling diminati konsumen," jelas Abu Bakar, salah satu karyawan di toko sepeda listrik setempat, Senin (04/05/2026).
Sehingga, kenaikan tren sepeda listrik tersebut memang sangat memudahkan aktivitas harian, terutama bagi warga lanjut usia, yang dapat dibeli seharga Rp3.300.000, sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari seperti pergi ke pasar. Namun, pengguna juga diimbau untuk tidak menunggu baterai benar-benar habis atau drop sebelum melakukan pengisian ulang.
Dengan jarak tempuh mencapai 40 kilometer dalam kondisi baterai penuh, sepeda listrik kini menjadi pilihan transportasi yang hemat dan efisien bagi masyarakat Kota Probolinggo. Sehingga, perjalanan pun menjadi aman dan nyaman. "Buat perjalanan gampang, kan enggak semua orang tua itu bisa pakai sepeda motor, jadi lebih memudahkan," ujar Zainal. pr-02/dsy
Editor : Redaksi