SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) memberikan apresiasi terkait perolehan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang disalurkan kepada para debitur di Kota Pahlawan mencapai nominal Rp305,26 miliar dalam satu hari pelaksanaan kegiatan tersebut. Total nilai keseluruhan penyaluran KUR perumahan di Surabaya bahkan merupakan capaian tertinggi yang berhasil dibukukan dalam satu kali pelaksanaan sosialisasi tersebut oleh pihaknya dalam skala nasional.
"Hari ini saya umumkan KUR perumahan terbesar dalam satu sosialisasi di Kota Surabaya dengan jumlah lebih dari Rp300 miliar dari BTN," jelas Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Senin (04/05/2026).
Ara sapaan akrabnya mengaku gembira dengan nilai perolehan KUR perumahan yang sangat besar di Kota Surabaya karena dapat menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat lewat sektor properti. Pasalnya, sebanyak ratusan pelaku usaha, mulai dari pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan hingga UMKM pendukung sektor perumahan dapat terbantu dengan adanya kucuran dana tersebut.
"Luar biasa pecah rekor KUR perumahan yang diciptakan Presiden Prabowo di Surabaya. Besar sekali, bahkan terbesar sepanjang adanya ini ya. Kita bisa lihat ratusan kontraktor, developer, toko bangunan, dan UMKM yang bisa menikmati. Saya senang sekali," ungkapnya.
Rinciannya, total keseluruhan penyaluran KUR perumahan di Kota Surabaya pada kegiatan tersebut yang mencapai Rp305,26 miliar disalurkan kepada 245 debitur. Mereka terdiri atas pengembang sebanyak 66 debitur dengan nilai Rp171 miliar, kontraktor dengan 6 debitur senilai Rp30 miliar, serta toko bangunan sekitar 10 debitur dengan total Rp 50 miliar.
Sementara itu, dari sisi demand, terdapat 163 debitur dengan jumlah yang tercatat mencapai Rp53,4 miliar. Sedangkan untuk skema pembiayaan yang ditawarkan pun dengan bunga ringan, hanya sekitar 0,5% per bulan atau sekitar 6% per tahun untuk sisi demand. "Surabaya, tiga bulan lagi kita siapkan (penyaluran KUR perumahan) setengah triliun. Kita buat lagi acara di balai kota, biar semakin menyala. Mari kita buat program negara yang murah, yang cepat, yang mudah bagi rakyat supaya rakyat di Jawa Timur lepas dari jeratan rentenir,” pungkasnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi