Pertama di Jawa Timur, Kota Mojokerto Pelopor Pelatihan Pengembangan Usaha Koperasi

surabayapagi.com
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya

 SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Walikota Mojokerto Ika Puspitasari konsisten mendorong koperasi di Kota Mojokerto naik kelas. Bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), berbagai upaya terus dilakukan untuk mengembangkan koperasi di kota onde-onde.

Salah satunya dengan menggelar pelatihan pengembangan usaha koperasi dalam rangka pemberdayaan dan perlindungan koperasi yang keanggotaannya dalam daerah kabupaten/kota. 

Pada program yang diketahui belum pernah digelar oleh pemda manapun di Jatim ini, sebanyak 35 koperasi ikut serta. Mereka terdiri dari 22 koperasi retail, 5 koperasi produsen, dan 7 koperasi pesantren.

Pendampingan dan workshop berlangsung selama tiga pekan dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Jawa Timur. Lewat program ini diharapkan masing-masing koperasi dapat mengetahui potensi bisnis ataupun usaha yang mereka miliki, agar kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Koperasi juga layak memiliki bisnis-bisnis yang besar, seperti badan usaha lainnya. Tapi memang untuk membangkitkan semangat koperasi untuk bisa mencapai itu, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” ujar wali kota di Aula Kantor Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Jumat (25/7/2023).

Perhatian khusus Pemkot Mojokerto kepada koperasi ini berdasarkan karakteristik koperasi sebagai badan usaha yang kekuatannya berasal dari anggota. Sehingga apabila suatu koperasi dilakukan penguatan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota. 

“Di dalam koperasi kekuatannya ada di anggota. JIka ada koperasi dibandingkan satu PT dan CV, sebagai kepala daerah saya akan memilih koperasi. Karena jelas, akan makin banyak pihak-pihak yang ekonominya menguat,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita ini. 

Selain ini, perhatian wali kota terhadap penguatan ekonomi melalui koperasi juga ditunjukkan dalam program Inkubasi Wirausaha. Di dalamnya terdapat skema “4P” yaitu Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Modal, dan Pembentukan Koperasi.

“Ada Pembentukan Koperasi. Karena supaya wirausaha baru yang sudah eksis ini bisa berkumpul dalam satu wadah yang sama sehingga intervensi dari pemerintah untuk support mereka (wirausaha baru) lebih mudah. Jika koperasinya maju, maka semua anggota yang tergabung di dalamnya ikut maju,” tutur Ning Ita. 

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan bahwa peserta telah menjalani pendampingan selama tiga minggu. Hari ini adalah pemaparan hasil pendampingan untuk tujuan monitoring agar kegiatan berjalan efektif dan efisien.

"Ini dalam rangka menggali potensi bisnis usaha dari koperasi agar bisa dikerucutkan mana potensi yang bisa dikembangkan secara lebih lanjut secara bisnis," pungkasnya. Dwi

 

 

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Berita Terbaru