SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Viral aksi pembakaran Al-Qur’an kembali terjadi di Swedia, kali ini berlangsung di tengah perayaan Idul Adha yang dilakukan oleh pria asal Irak yang pindah ke Swedia, Salwan Momika pada Rabu (28/6).
Melansir dari BBC Aksi pembakaran Al-Qur'an itu dilakukan politisi garis keras Paludan beserta pengikutnya. Hal itu sontak menuai kecaman keras dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan ormas kepemudaan Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Semarak HKN ke-61 di Sampang, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat
Salah satu kecaman keras datang dari Wakil Ketua PC GP Ansor Sampang, sekaligus Kepala Badan Siber Ansor (BSA) Kabupaten Sampang H. Moh. Yusuf S, Pd, M.H.
Menurut Kepala Badan Siber Ansor Sampang, aksi pembakaran kitab suci umat islam yang dilakukan oleh Salwan Momika itu telah melukai hati umat Islam, dan mencederai toleransi umat beragama,
Saya sangat mengecam keras aksi Salwan Monika ini. Aksi ini adalah bentuk nyata tindakan yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan beragama,"ucapnya.
Baca juga: Sampang Banjir lagi, BPBD Minta Warga Waspada
H. Moh Yusuf menahkodai bidang Siber PC GP Ansor Sampang ini menegaskan, bahwa jika yang dilakukan oleh Salwan Momika itu atas nama demokrasi dan kebebasan, tentu itu bukan alasan untuk dijadikan pembenar aksi Salwan Monika.
"Kalau Kebebasan itu harus dilandasi dengan komitmen menghargai dan menghormati kepercayaan orang lain, bukan malah membuat aksi yang memprovokatori," ujarnya.
Baca juga: Diduga Terkait Eartag Sapi, Kadispertan Sampang Dipanggil Bupati
Oleh karena itu H. Moh. Yusuf S, Pd, M.H. dengan nada murka sangat mengecam keras aksi yang telah dilakukan oleh Salwan Momika yang telah menunjukkan abainya penghargaan dan penghormatan terhadap simbol kepercayaan orang lain.
"Kami sangat mengecam keras terhadap aksi pembakaran Kitab suci kami, perlakuan Salwan Momika ini adalah penistaaan terhadap Islam dan Alquran," pungkasnya. gan
Editor : Moch Ilham