SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto merasa tak masalah dikhianati. Hal terpenting, dirinya tak akan mengkhianati dan membohongi pihak-pihak yang sudah mendukungnya.
"Saya tak peduli dengan hal itu asalkan bukan dirinya yang berbohong dan berkhianat.Ada wartawan (bertanya) mau pancing saya, 'Pak Prabowo kok sering dibohongi ya, dan sering dikhianati ya'. Saya jawab spontan, boleh Prabowo dibohongi, boleh Prabowo dikhianati, asal jangan Prabowo membohongi dan Prabowo berkhianat," katanya saat menghadiri deklarasi dukungan dari Partai Gelora di Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2023).
Baca juga: PEMERINTAH BARU SADAR HARGA KOMODITAS STRATEGIS DIATUR NEGARA LAIN
Koalisi Indonesia Maju yang dibentuk Gerindra bersama Golkar, PAN, dan PKB goyah usai PKB dan NasDem mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai capres-cawapres. Padahal PKB sejak awal sudah membentuk koalisi dengan Gerindra.
Baca juga: Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Naik Rp 195,3 triliun
Cak Imin mengaku sudah berkomunikasi dan bertemu langsung dengan Prabowo untuk terkait dinamika politik ini.
"Sudah berkali-kali saya sowan ke beliau (Prabowo). Dan secara pribadi sudah ketemu," kata Cak Imin singkat usai berziarah di makam Mbah Bisri Syamsuri Denanyar Jombang, Sabtu pagi tadi.
Baca juga: Prabowo Undang Jokowi di Istana, Megawati di Sekolah Partai PDIP
Tapi Ketum PKB ini tak jelaskan sikapnya, minta maaf atau biasa saja. (erc/jk/rmc)
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi