Indonesia Usulkan Isu Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di KTT ASEAN Ke-43

surabayapagi.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indonesia mengusulkan isu pengembangan ekosistem kendaraan listrik di KTT ASEAN Ke-43. Usulan ini mendapat respon yang baik dari negara-negara yang datang. Adapun usulan ini disepakati untuk diajukan agar kawasan ASEAN tidak kehilangan momentum.

"Tadi kita sepakat bahwa ASEAN harus segera merumuskan strategi bersama untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik kawasan supaya tidak kehilangan momentum," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. 

Pada pertemuan antar Menteri tersebut, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian bersama di ASEAN. Isu penting lainnya yang telah disepakati, dan perlu ada pengawalan dalam implementasinya adalah Strategi Netralitas Karbon di ASEAN.

Dalam pertemuan ke-23 Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AECC), ia juga mengungkapkan bahwa para menteri sepakat untuk mengajukan empat dokumen inisiatif Indonesia, agar dapat diadopsi oleh pada Kepala Negara di KTT ke-43.

“Para Menteri sepakat untuk mendukung empat dokumen inisiatif Indonesia untuk diadopsi oleh para Kepala Negara di KTT ke-43,” ujarnya.

Adapun, dokumen yang diajukan adalah 

  1. Leader's Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis.
  2. Leader’s Statement to Develop the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).
  3. ASEAN Leaders Declaration on ASEAN as Epicentrum of Growth ASEAN Leaders 
  4. ASEAN Blue Economy Framework. 

Dengan mengusung slogan ASEAN Matters, Indonesia berupaya untuk menjadikan ASEAN relevan dan penting bagi masyarakat ASEAN dan kawasan sekitar. Sementara Epicentrum of Growth yakni keinginan Indonesia mengapitalisasi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. jk-03/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru