13.000 Pekerja Kereta Api di Korsel Melakukan Aksi Mogok Kerja.

surabayapagi.com
Kepala KORAIL Han Mon Hee

SURABAYAPAGI.COM, Korea Selatan - Pekerja di Korea Selatan menuntut kenaikan gaji, perbaikan sistem kerja dan perluasan layanan kereta KTX hingga ke rute yang menguntungkan seperti di Seoul bagian Selatan.

Unjuk rasa ini dilakukan setelah gagalnya negosiasi antara serikat pekerja dengan Kementerian Transportasi dan Korea Railroad Corp (KORAIL), Pada Rabu (13/09/2023). Adapun aksi unjuk rasa ini akan berakhir pada Senin (18/09/2023) pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Operasional kereta penumpang dan kargo turun 60% akibat aksi unjuk rasa ini. Meskipun begitu, bisnis di Korea Selatan tidak akan terkena dampak sebab barang ekspor seperti semikonduktor tidak bergantung pada kereta api.

KORAIL berencana untuk memobilisasi pegawai pengganti. Selain itu, sekitar 68% rute KTX dan 75% rute kereta bawah tanah metro akan beroperasi. KORAIL juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

Kepala KORAIL Han Moon Hee menilai aksi pemogokan ini sebagai tindakan yang ilegal dan meminta para pegawai untuk kembali bekerja.

Menteri Tenaga Kerja Lee Jeong Sik juga meminta serikat pekerja untuk membatalkan aksi mogok tersebut karena berdampak pada ekonomi dan menimbulkan ketidaknyamanan penumpang.

Menurut Asosiasi Semen Korea, sebanyak 40% menggunakan kereta api untuk transportasi semen. Jika pemogokan tersebut berlanjut, akan berdampak pada profitabilitas perusahaan di tengah naiknya pembangunan.

Sebanyak 13.000 pekerja kereta api di Korea Selatan melakukan aksi mogok kerja selama empat hari. Ini merupakan aksi pertama mereka dalam empat tahun terakhir. ks-01/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru