Ikan Langka dan Aneh Bersirip Tangan Manusia Terdampar di Pantai, Populasinya Terisolasi

surabayapagi.com
Penampakan spesies ikan bertangan atau handfish tutul. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seekor ikan unik dan aneh baru saja ditemukan terdampar di pantai Australia. Hewan unik tersebut ditemukan oleh Kerri Yare yang sedang berlari di pantai Primrose Sands yang berlokasi di Tasmania, Australia. Sayangnya, si ikan sudah mati.

Diketahui, bentuk ikan tersebut memiliki rupa sirip seperti tangan manusia. Spesies ikan bertangan atau handfish tutul tersebut sangat langka dan diperkirakan populasinya sekitar 2.000 ekor di alam liar.

Baca juga: Uniknya TRIS, Inovasi Kendaraan Niaga Listrik Roda Tiga dari Fiat

"Kita mungkin hanya melihat satu atau dua ikan selama 60 menit penyelaman, dan terkadang tidak ada sama sekali," kata Carlie Devine, teknisi penelitian CSIRO.

"Mereka (ikan bertangan) jarang dan sukar ditemukan. Sebelum tahun 1990-an, ikan bertangan tutul mudah ditemukan. Namun populasinya telah terpisah dan kini hanya tersisa sembilan populasi yang terisolasi," jelasnya lagi, Senin (09/10/2023).

Baca juga: Fenomena Tanah Gerak Kian Memburuk, Ratusan Warga Trenggalek Diungsikan

Sementara itu, lembaga penelitian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) menduga spesimen berukuran 8 sampai 10 sentimeter itu adalah ikan bertangan tutul (Brachionichthys hirsutus), satu dari tujuh spesies ikan bertangan endemik Tasmania dan Selat Bass. Total ada 14 spesies serupa di Australia.

Handfish tutul masuk dalam daftar hewan yang sangat terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 1996. Catatan ini menjadikannya sebagai ikan laut pertama yang masuk daftar merahnya IUCN.

Baca juga: Munculnya Api di Sumur Desa Manduro, Warga Minta BPBD Dropping Air Bersih

Disatu sisi, sebelumnya Devine dan timnya sempat mengira populasi handfish tutul di Primose Sands telah punah secara lokal, dan itu sudah terjadi sebelum 2005. Penemuan ini memberikan semangat bagi peneliti untuk mencarinya lagi. sb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru