Perusahaan Linkedin Lakukan PHK Massal Kedua Kalinya di 2023

surabayapagi.com
Laman Perusahaan Linkedin Pada Aplikasinya.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan, Linked melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada 668  karyawannya. Selain PHK, perusahaan ini juga menutup cabangnya di China.

Sekitar 668 karyawan yang berasal dari divisi teknik, produk, talent hingga keuangan. PHK ini merupakan yang kedua kalinya sepanjang tahun 2023.

Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025

Adapun dalam keterangan resminya, Linked melakukan restrukturisasi dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Dikutip melalui CNN, Selasa (17/10/2023), perusahaan yang dibeli oleh Microsoft tahun 2012 ini mulai fokus dalam sumber daya untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

LinkedIn melaporkan peran AI cukup mendorong pertumbuhan traffic di situs tersebut. Sehingga, LinkedIn sendiri telah memangkas 716 karyawan pada bulan Mei.

Baca juga: Hingga Oktober 2025, Tercatat 69.064 Orang Ter-PHK, Jatim Hanya 4.142 Orang

Keputusan LinkedIn diambil di tengah perubahan perilaku pelanggan dan pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat, kata CEO Ryan Roslansky dalam suratnya kepada karyawan.

CEO Microsoft Satya Nadella kepada dalam laporan pendapatan bulan Oktober lalu mengatakan, setelah PHK massal di sektor teknologi akhir tahun lalu, LinkedIn kedatangan banyak pengguna yang menyentuh rekor engagement diantara juta anggotanya saat itu.

Baca juga: DPRD Gresik Tegaskan Tidak Ada PHK untuk Tenaga Honorer, Skema Alternatif Disiapkan

Perusahaan terus tumbuh secara finansial. LinkedIn juga mengumumkan pendapatan terbarunya melampaui US$15 miliar untuk pertama kalinya selama tahun fiskal ini. Pertumbuhan member terus meningkat selama delapan kuartal berturut-turut. ac

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru