SURABAYAPAGI.com, Jombang - Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan, sejak tiga bulan terakhir dampak cuaca panas.
Sekretaris Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar menuturkan musim kemarau cukup panjang, menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan banyak debu sehingga memicu meningkatnya kasus ISPA.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Ketika cuaca panas masyarakat mudah jatuh dalam dehidrasi, tenggorokan menjadi kering iritasi, sehingga memang bisa terjadi peningkatan infeksi saluran pernapasan yang pada kondisi-kondisi dimana cuaca panas terjadi.
"Karena cuaca panas, bawaannya orang ingin minum es terus. Sehingga bisa menyebabkan komplikasi di bagian tenggorokan, selain itu juga banyak debu selama kemarau," kata mantan Sekdin Perkim ini, Minggu (22/10/2023).
Diungkapkan Syaiful dari data yang masuk Dinas Kesehatan Jombang, terjadi tren peningkatan kasus ISPA selama tiga bulan terakhir.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Pada bulan Juli 2023 sebanyak 1.321 kasus ISPA, dan pada bulan Agustus mengalami peningkatan menjadi 1.422 kasus. "Bulan September Alhamdulillah turun jadi 1.131 kasus ISPA," tandasnya.
Ia menambahkan, dari total keseluruhan kasus ISPA, sebanyak 36 persennya merupakan anak dibawah lima tahun atau balita.
Untuk itu Syaiful mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan selama cuaca panas, seperti saat ini.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak
"Bagi pekerja di luar ruangan perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi, hindari terlalu banyak minum es, olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi dan gunakan masker jika kondisi banyak sakit atau banyak debu," kata dia.
Dehidrasi dan radang tenggorokan merupakan dua penyakit yang dapat menyerang siapapun, terutama ketika cuaca sedang tidak menentu. Sarep
Editor : Desy Ayu