SURABAYPAGI.COM, Sidoarjo - Sangat menakjubkan bila menengok transaksi jual beli ikan dan udang yang dilakukan para bandar ikan (boreg) di Depo Pemasaran Ikan Lingkar Timur Sidoarjo.
Betapa tidak jumlah putaran uang yang ditransaksikan di Depo Pasar Ikan (DPI) yang kelihatan lusuh, becek dan bau tersebut mencapai 4 milyar perhari.
Tentu saja angka nominal yang disampaikan oleh para bakul ikan kelas kakap ini membuat orang melongo dibuatnya.
"Ya betul memang putaran uang dalam 1 hari mencapai 4 Milyar rupiah," kata Gatot Sugiharto UPT DPI Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo. Senin (23/2).
Lebih detailnya Gatot menerangkan, mungkin tepatnya bukan dalam 1 hari, tapi dalam 5 jam sehari, transaksi di Depo Pasar Ikan ini berhasil mengumpulkan 4 Milyar rupiah. Karena transaksi hanya terjadi dari pukul 6 pagi dan berakhir pukul 10. "Artinya dalam 1 jam sedikitnya ada uang kurang lebih semilyar yang terkumpul," tandas Gatot.
Fakta ini bukanlah angka fiksi yang ada di awang-awang dan bukan pula mimpi di siang bolong.
Ratusan ton ikan yang ditransaksikan pedagang dan pembeli ikan di Dipo Ikan setiap hari itu, adalah transaksi yang tercatat di dalam Depo Pasar Ikan. " Hal ini belum termasuk proses transaksi jual beli ikan yang dilakukan di luar lokasi DPI Sidoarjo." Tambah Gatot.
Bila diakumulasi, dalam 1 tahun, perputaran uang yang ada di DPI Ikan Sidoarjo mencapai 1,5 Triliun rupiah. Nilai transaksi itu setara dengan 20 % jumlah APBD Kabupaten Sidoarjo dalam 1 tahun, atau bahkan lebih. Mungkin setara dengan 30 % atau 35 �ri APBD Kabupaten Sidoarjo.
Namun sangat disayang, tempat konsentrasi kegiatan ekonomi perikanan masyarakat yang dikenal Kota Penghasil Udang Bandeng ini luput dari perhatian Pemkab Sidoarjo, sebab fasilitas pendukung Depo Pasar Ikan (DPI) ini sangat merana dimana, drainasenya rusak berat dan tidak berfungsi sama sekali hingga menimbulkan becek dan bau. " Cool Store-nya juga mati tidak berfungsi." Papar Gatot
Banyak opini publik yang mencuat terkait fasilitas pasar ikan ini.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, M Abud Asyirofi mengatakan kondisi Pasar Ikan di JL Raya Lingkar Timur kurang layak untuk aktivitas jual beli. Menurutnya, kondisi Pasar Ikan saat ini dalam kondisi kumuh, becek serta menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan, saat ini, perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan serius.
"Kondisi Pasar Ikan di Lingkar Timur, kondisinya saat ini harus segera dibenahi agar menjadi tempat yang layak untuk proses jual beli. Karena kebutuhan ikan sangat penting dalam jumlah besar saat ini.
Sementara itu pengamat ekonomi Wijaya juga menyoroti dengan tajam terkait Kondisi DPI Sidoarjo, Jika fasilitas DPI hingga manajemen bisnis dilakukan dengan tepat, transaksi pasar berkembang menjadi 24 jam sehari, atau 8 jam sehari saja. Maka dengan mudah akan didapatkan perhitungan putaran bisnis sebesar 3 Triliun setahun.
Jika dimaksimalkan menjadi 24 jam full, maka akan ada 10 Triliun rupiah putaran bisnis dalam 1 tahun. "Bayangkan jika perhitungan kapasitas bisnis nya dinaikkan menjadi 2 Milyar per jam atau 10 Milyar 1 jam, maka akan ada 100 Triliun putaran bisnis ikan yang akan didapatkan." Paparnya.
Hal ini tentu tidak mengada-ada. Statistik ekspor produk perikanan awal tahun 2026 yang dilansir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan angka ekspor ratusan Triliun rupiah.
Menurut data Kementerian KKP, sepanjang Januari-Desember 2025 yang lalu, ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 105 triliun rupiah lebih (6,27 miliar USD) di pasar global. Nilai eksport ini masih cukup rendah jika dibandingkan dengan penjualan produk ikan di dalam negeri yang bahkan pada awal tahun 2026 ini mencapai nilai lebih dari 335 Triliun rupiah. Hdk
Editor : Moch Ilham