SURABAYAAGI.com, Surabaya - Seperti diketahui, problem kemacetan adalah salah satu dampak perkembangan ekonomi sebuah wilayah. Tak terkecuali Jawa Timur, propinsi pimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang memiliki Produk Domestk Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 2.730,91 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 1.757,82 triliun.
Tingginya perputaran ekonomi Jatim, tentu memiliki konsekuensi positif, yaitu meningkatnya angka kesejahteraan masyarakat yaitu yang semula Rp 55,41 juta tahun 2018, kini meningkat menjadi Rp 66,38 juta pada tahun 2022 atau meningkat sebesar 10,52%. Salah satu potret nyata meningkatnya kesejahteraan masyarakat adalah tingginya volume kendaraan. Tepatnya, situasi kemacetan yang kerap mewarnai jalan protokol perkotaan.
Di Jawa Timur sendiri, dua koa besarnya memasuki daftar kota termacet secara global berdasarkan data Global Traffic Scorecard 2022. Adalah Surabaya, yang menjadi kota termacet peringkat pertama di Indonesia dan posisi ke-174 kota termacet secara global. Kota berikutnya adalah kota wisata Malang yang berada pada peringkat ke-539 di dunia dengan rata-rata kehilangan waktu akibat kemacetan selama 18 jam.
Tingginya angka kemacetan tersebut, sangat bisa dimaklumi, disebabkan Jawa Timur tercatat menjadi provinsi dengan kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia, yaitu jumlah kendaraan mencapai 24,27 juta unit per 31 Desember 2022. Salah satu upaya responsif untuk mengatasi kemacetan adalah hadirnya Transportasi umum atau transportasi publik yang disediakan pemerintah Jawa Timur.
Diantara solusi yang sudah berjalan adalah adanya Trans Jatim, sebuah sistem layanan transportasi umum berupa bus transit pada jaringan antarkota di Jawa Timur.
Layanan yang digagas oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 19 Agustus 2022.
Hingga saat ini, Trans Jatim memiliki tiga koridor, koridor 1 adalah rute Sidoarjo–Surabaya–Gresik, koridor 2 rute Surabaya–Mojokerto, koridor 3 rute Mojokerto–Gresik. *Sedangkan rencana koridor 4 adalah Gresik -Lamongan, koridor 5 adalah Mojokerto-Pasuruan, koridor 6 adalah Lamongan - Mojokerto , koridor 7 adalah Surabaya - Bangkalan, koridor 8 adalah Sidoarjo - Surabaya via arteri serta dimungkinkan adanya TransJatim di wilayah operasi kota kota orde 2 di Jatim salah satunya adalah Malang Raya.* Koridor tiga, baru saja diresmikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, *19/10/2023*.
Menarik, gubernur perempuan pertama tersebut,memberikan kesempatan agar masyarakat bisa memanfaatkan koridor tersebut secara gratis hingga 31 Oktober 2023. Salah satu hal yang harus diapresiasi tinggi pada bus trans jatim tersebut adalah body-nya yang sangat ideal. Bak peragawati, bus Trans Jatim. memiliki tinggi badan yang menjulang sehingga memberikan nuansa luas di dalamnya. Uniknya, bus ini mampu menunjukkan bahwa sesuatu yang terlihat luas di dalamnya, ternyata tampak langsing secara performance luar.
Dengan kata lain, kabin bus yang memiliki 18 kursi penumpang biasa dan 2 kursi prioritas tersebut, tidak ‘memakan jalan’ saat sedang berlenggak lenggok di tengah jalan. Perjalanan bus Trans Jatim pun efektif memberikan kenyamanan bagi penumpang di dalamnya, maupun kendaraan lain yang juga melintas di sekitarnya.
Body slim yang sangat menjawab kebutuhan kendaraan yang ideal di tengah kota metropolis yang cenderung macet, ternyata hanyalah satu diantara keistimewaan lain yang dimiliki bus Trans Jatim. Keistimewaan lain bus Trans Jatim adalah warna body bus yang menarik, yaitu perpaduan hijau dan kuning yang membuatnya semakin segar dan cantik saat melintas.
Selain itu, pada bagian bodi belakang bus disematkan layar LED besar atau videotron yang membuat penumpang takkan jenuh melalui perjalanan. Cantik, menarik, dan tidak membosankan, kesempurnaan itu ternyata ditunjang dengan keramahan yang dimiliki bus Trans Jatim.
Keramahan ini disebabkan bus tersebut memiliki lantai rendah agar memudahkan penumpang keluar masuk bus dari halte. Akhirnya, tiada kata lain selain, bus Trans Jatim memang menarik luar dalam. Rko
Editor : Desy Ayu