SURABAYAPAGI.com, Jombang - Jelang berakhirnya kontrak, pengerjaan proyek pembangunan gedung Puskesmas Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang mengalami kendala keterlambatan hingga dikeluarkannya Show Cause Meeting (SCM) dua kali.
Kontraktor CV Flamboyan Heru membenarkan jika proyek pembangunan gedung Puskesmas Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang yang dikerjakannya sudah dua kali SCM.
Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani
Diungkapkannya, SCM yang pihak kontraktor itu karena mengalami keterlambatan sehingga, proyek tersebut mengalami deviasi mencapai 15-17 persen.
"Minggu kemarin (Sabtu) progres pengerjaan sekitar 60 persen. Ada minus 15-17 persen," jelasnya, Kamis (26/10/2023).
Proyek pembangunan gedung Puskesmas Bandar Kedungmulyo yang menelan anggaran Rp 3,7 miliar dari dana APBD tahun 2023 itu akan berakhir pada 23 November 2023.
Heru menjelaskan jika keterlambatan disebabkan adanya keterlambatan di proses pengadaan genteng. "Sekarang sudah dipasang rangka buat genteng, minggu depan kemungkinan sudah selesai untuk pemasangan gentengnya," tandas dia.
"Setelah pemasangan genteng, otomatis plafon dan keramik langsung dipasang. Apalagi materialnya sudah siap. Dua minggu kedepan paling pengerjaannya sudah rampung," kata Heru memungkasi.
Pantauan di lokasi, nampak para pekerja sedang mengaci dinding tembok luar serta memasang rangkah atap, mengabaikan keselamatan kerja, tanpa menggunakan alat pelindung diri. Di bagian dalam sebagian keramik dinding ruangan sudah dipasang serta rangkah plafon.
Diketahui, Show Cause Meeting (SCM) secara definitif diartikan sebagai rapat pembuktian keterlambatan pekerjaan pada pekerjaan konstruksi yang bisa terjadi karena kendala dari segi material, kurangnya pekerja di lapangan dan kondisi alam yang secara umum keterlambatan pekerjaan tersebut terjadi akibat kelalaian penyedia.
SCM diadakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dikarenakan adanya kondisi kontrak kerja yang dinilai kritis dan berpotensi waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan jadwal penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan.
Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Syaiful Anwar mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus mengejar target progres pelaksanaan pembangunan lima gedung Puskesmas.
"Nunggu akhir pantau kejar progres action plan dulu ya," tuturnya singkat, Kamis (26/10/2023).
Sebelumnya Direktur Link Aan Anshori menuding jika Pj Bupati Jombang Sugiat, tidak dapat memobilisasi bawahannya serta bekerjasama dengan kepolisian serta Kejaksaan, untuk mengantisipasi keterlambatan penyelesaian proyek, tidak ada gunanya mereka (APH) ada
"Aku yakin sekali mereka sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan terhadap para kontraktor. Namun, sejujurnya, aku tidak yakin mereka berani bertindak menghadapi mereka, para kontraktor?," tegas pria berkacamata ini.
Upaya-upaya serius dikatakan Aan, perlu dilakukan untuk memastikan proyek fisik pembangunan gedung Puskesmas tepat waktu, termasuk memperhitungkan kemungkinan upaya hukum adanya dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut.
Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp96 Miliar, Fokuskan Perbaikan Jalan 2026
Dipermainkan Kontraktor?
Aan menegaskan, seharusnya Pemkab Jombang harusnya tidak mudah dipermainkan oleh para kontraktor proyek-proyek tersebut. Pasalnya, Kabupaten ini sekarang dipimpin pejabat yang main-main. Ia mencitrakan dirinya tegas dan siap mengabdi untuk kepentingan pembangunan tanah kelahirannya.
Lebih jauh, dia juga berlatar belakang intelijen yang memiliki segudang pengetahuan dan keterampilan agar daerah tidak dipermainkan.
"Jika molor, kita bisa bayangkan betapa tidak optimalnya pelayanan terhadap warga dan pasien. Pemkab sebagai kuasa pembangunan tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," tandas dia memungkasi. Sarep
Editor : Desy Ayu