SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Embung Roro Suratmi yang menjadi andalan para petani untuk irigasi di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk kering kerontang sejak bulan Juni kemarin. Embung seluas satu hektare itu memang digunakan untuk menampung air aliran dari Kecamatan Kota, Sukomoro, dan Loceret.
Salah seorang petani setempat, Suprapto (52) menjelaskan, embung di kawasan kota ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Selain itu, embung ini sudah disiapkan sebagai tempat wisata. Khususnya untuk warga Nganjuk yang punya hobi mancing.
Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi
“Selama ini airnya dibuat untuk pengairan sawah di sini (Mangundikaran, Red),” jelasnya, Jumat (27/10/2023).
Terpisah Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Sumber Harto mengatakan, prediksi BMKG Karangploso, Malang ada beberapa titik di Jatim yang mengalami hujan ringan dan ada yang masih mendung saja.
Baca juga: Dinilai Lebih Untung, Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Jadikan Hasil Panen Sebagai Bibit
Kecamatan Nganjuk menjadi salah satu wilayah yang belum pernah merasakan hujan saat ini. Karena itu, Embung Roro Suratmi mengalami kering kerontang.
Harto mengatakan, hujan ringan yang telah terjadi di Kota Angin baru dialami tiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Prambon, Ngronggot, dan Pace. Wilayah tersebut berada di perbatasan dengan Kabupaten Kediri.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Tulungagung Siapkan Puluhan Tandon Air Bersih
Sementara itu, Kecamatan Nganjuk diprediksi akan mulai diguyur hujan pada minggu depan. Namun, hujan yang turun tidak hujan deras. ”Hanya hujan ringan,” prediksinya. ngj-01/dsy
Editor : Desy Ayu