SURABAYAPAGI.com, Tuban - Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Yayasan Paramitra Indonesia di Pasar Baru Tuban, kemarin Kamis (26/10/2023) bahwa penderita gangguan mata di Tuban terbilang tinggi. Sepuluh dari seratus orang yang diperiksa, tersampling mengalami gangguan mata.
Koordinator Wilayah Project Inclusive System Effective Eye Care (I-SEE) Tuban Yayasan Paramitra Indonesia, Rudi Wibowo mengatakan, usia pasien yang mengalami gangguan mata cukup variatif. Antara 25-60 tahun.
‘’Dari 700 orang yang melakukan pemeriksaan, 70 diantaranya mengalami gangguan kesehatan mata, dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kesehatan mata yang ditemukan, ada yang minus, hingga ditemukan mengalami katarak,’’ paparnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kasus gangguan mata ini disebabkan beberapa hal. Menurutnya yang paling mendominasi, yakni faktor keseringan menggunakan smartphone.
‘’Ada juga karena penyakit diabetes melitus, sehingga menyebabkan gangguan mata,’’ imbuhnya, Jumat (27/10/2023).
Sementara itu, cek kesehatan mata tersebut sebagai salah satu upaya agar angka kasus gangguan mata di Tuban mengalami penurunan.
Diketahui dari data yang dimiliki, total ada sekitar 15 ribu warga Tuban mengalami gangguan mata, atau sekitar 4 persen dari jumlah penduduk Tuban.
‘’Data ini merupakan kumpulan data sejak 2018 hingga saat ini. Dan yang mengalami gangguan mata tidak hanya orang dewasa atau orang tua, tapi banyak juga yang masih remaja,’’ ungkapnya.
Disisi lain, pada pemeriksaan yang dilakukan tahun lalu misalnya, lanjut Rudi, banyak anak-anak sekolah yang mengalami gangguan penglihatan akibat keseringan belajar daring menggunakan handphone. tbn-01/dsy
Editor : Desy Ayu