Kejar Target Proyek Akhir Tahun Trotoar Jalan Gus Dur Jombang, Kontraktor: Gak Bakalan Diputus Kontrak?

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Proyek dikebut pada akhir tahun sudah lazim terlihat. Diduga perencanaan amburadul dan komitmen lemah menjadi pencetusnya. Seperti proyek trotoar dan drainase di Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Jombang.

Sebab, seyogianya proyek paling lambat dikerjakan pada pertengahan tahun. Itu jika ada keseriusan mengurus seluruh administrasinya sejak anggaran selesai disahkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Sejumlah Bangunan di Jombang Rusak, Diterjang Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang

”Harusnya ini dievaluasi kenapa bisa molor. Apakah memasukan lelangnya terlambat atau seperti apa. Setiap tahun mesti terjadi,” kata anggota Komisi C DPRD Jombang, Miftahul Huda.

Menurutnya pembangunan trotoar dan drainase Jl Presiden KH Abdurahman Wahid, merupakan proyek strategis. "Biasanya apabila pekerjaan mepet akhir tahun. Kontraktor tergesa-gesa. Hasilnya kualitas juga jelek,” ungkapnya.

Perwakilan PT Renis Rimba Jaya, Roni Hermanto mengatakan, target yang diberikan Dinas Perumahan dan Permukiman sebesar 55 persen sudah terlampaui. Namun, pihaknya saat ini belum menghitung berapa progres proyek bernilai Rp 3,2 miliar tersebut.

Dirinya meyakini target sudah terpenuhi. Dikarenakan material pabrikasi sudah didatangkan ke lokasi proyek. ”Material yang pabrikasi kemarin sempat ada kendala sekarang sudah bisa kami datangkan. Itu pastinya juga menambah progres pekerjaan,” tegasnya.

Sedangkan saat ini pekerjaan memasuki tahap pengecoran dan pemasangan keramik. ”Untuk mengejar ketertinggalan kami lebur dan menambah pekerja,” tandas Rony.

Lambannya progres proyek rehabilitasi trotoar Jl Gus Dur jadi atensi serius Dinas Perkim Jombang. Usai memanggil pihak kontraktor, dinas masih memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan. Hanya saja kontraktor diberikan target pada 29 Oktober progres pekerjaan harus mencapai 55 persen.

”Kami sudah melakukan show cause meeting (SCM) pertama dengan pihak kontraktor,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Jombang Sri Rahayu.

Baca juga: Serangan Kasus Hama Kresek Naik di Awal Musim Tanam, Petani di Jombang Ketar-ketir

SCM ini dilakukan karena progres pekerjaan di bawah 70 persen dan mengalami keterlambatan 10 persen. ”Dalam SCM itu kami beri kesempatan untuk melihat progres pekerjaan ke depan. Karena mereka juga komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya memberikan target kepada kontraktor PT Renis Rimba Jaya pada 29 Oktober mendatang progres pekerjaan harus bertambah 22 persen.

"Minggu kemarin progresnya 33 persen. Tanggal 29 Oktober itu harus 55 persen,” katanya.

Apabila, pihak kontraktor tidak bisa melaksanakan target tersebut, pihaknya akan melakukan SCM kedua.

Tidak Akan Diputus Kontrak?

Baca juga: Harga Kedelai Naik di Jombang, Pengelola Bisnis Tahu: Biasa Aja, Tidak Berdampak

Tim leader manajemen proyek PT Renis Rimba Jaya, Teguh Adi Wibowo optimis bisa menyelesaikan proyek pembangunan trotoar dan drainase Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Jombang, sesuai dengan jadwal.

"Agak molor sedikit ndak apa-apa, kan nanti ada waktu perawatan. Saya tetap memperjuangkan dengan batas kontrak," tegasnya.

Menurut Teguh, jika sampai dilakukan pemutusan kontrak di tengah jalan, yang bakalan rugi tidak hanya kontraktor saja. Namun, Dinas Perumahan dan permukiman juga bakal terkena imbasnya.

"Karena pekerjaan ini (pembangunan trotoar dan drainase Jalan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur) ada pada akhir tahun dan tidak bisa dilanjutkan di tahun berikutnya. Bisanya ya tahun 2025 dan itu akan banyak sorotan karena ada di jalan protokol. Walau terseok-seok tetap kita akan selesaikan," pungkas dia. Sarep

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru