SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Jombang, JAwa Timur, lantaran dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global imbas perang dunia yang memanas di Timur Tengah hingga saat ini, sehingga distribusi LPG 3 kilogram (Kg) ikut terkendala.
Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan kelangkaan LPG 3 kg tersebut sudah terjadi sejak awal April 2026. bal. “Iya, informasinya juga seperti itu (kelangkaan LPG 3 Kg). Dampak dari ekonomi global termasuk perang dunia. Informasinya seperti itu dan Sebenarnya tidak ada pengurangan, hanya pengirimannya yang terlambat. Keterlambatan pengiriman dari Surabaya,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).
Meski demikian, menurutnya, pasokan LPG sebenarnya tidak mengalami pengurangan, namun distribusi dari Surabaya mengalami keterlambatan. Sehingga, guna memastikan kondisi tersebut, Disdagrin telah melakukan monitoring di sejumlah titik distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memantau ketersediaan serta kelancaran penyaluran LPG bersubsidi di masyarakat.
Di sisi lain, kelangkaan LPG 3 kilogram dikeluhkan warga dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal April, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, bahkan harus mencari hingga ke luar kecamatan, padahal intensitas warga untuk kebutuhan LPG melon tersebut meningkat dalam dua bulan terakhir.
“Pengiriman sudah sering terlambat sejak sekitar satu tahun lalu, tapi dua bulan ini makin sering. Puncaknya ya minggu ini,” ujar Akmal agen LPG di Kecamatan Peterongan.
Tentu saja, adanya keterbatasan pasokan memicu kepanikan warga. Setiap kali stok datang, LPG langsung habis dalam waktu singkat akibat tingginya permintaan. Sehingga monitoring perlu dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga menegaskan untuk stok LPG 3 kilogram dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. jb-01/dsy
Editor : Redaksi