SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran hingga mencapai Rp 70 ribu per kilogram langsung di atensi Pemerintah Kota Mojokerto.
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) setempat gerak cepat melaksanakan operasi pasar khusus komoditas cabai di Pasar Ketidur selama dua hari kedepan.
Ani Wijaya, Kepala Diskop UKM Perindag Kota Mojokerto mengatakan harga komoditas cabai memang mengalami kenaikan di seluruh wilayah Indonesia. Di Surabaya harganya mencapai Rp 80.000 perkilogram, bahkan di Yogyakarta cabai rawit mencapai Rp 100.000 perkilogram.
Melihat kondisi tersebut, Pemkot Mojokerto mengambil langkah antisipasi pengendalian harga dengan menggeber operasi pasar cabai sejak pukul 09.00 - 10.00 WIB pada Rabu (8/11/2023) dan Kamis (9/11/2023) esok.
"Guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto, kami melakukan upaya salah satunya operasi cabai ini dengan harga lebih rendah dari harga pasar," jelasnya.
Cabai rawit yang diperoleh dari petani-petani kecil di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu dikemas dengan kresek ukuran seperempat kilogram dan dijual dibawah harga pasaran.
Bahkan, masyarakat bisa membeli bahan bumbu dapur ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing selama stok yang disediakan Diskopukmperindag masih tersedia.
"Kita bungkusnya perempatan, seperempat kilogram Rp 14.000. Tapi pembelian bisa sesuai kebutuhan warga, boleh beli 1 kilogram atau lebih. Menyesuaikan, selama stok di kami masih ada," jelasnya.
Operasi pasar cabai ini, lanjut Ani, tak hanya digelar dua hari saja. Namun, bakal digelar saat Pekan Budaya Mojopahit (PBM) selama tujuh hari berturut dengan stok cabai perhari mencapai 50 kilogram. Yakni, 10 sampai 16 November 2023 di lapangan Surodinawan.
"Untuk kuota hari ini, memang kami hari pertama ini ada kesulitan mencari barang baru ada 25 kg. Tapi nanti di acara pekan budaya tanggal 10 sampai 16 per hari rencana akan disediakan 50 kg per hari dengan kemasan yang tetap seperempat kilo," imbuhnya.
Salah satu warga yang datang ke Pasar Ketidur, Indah mengaku, terbantu dengan adanya operasi pasar cabai seharga Rp 14.000 per 1/4 kilogram ini. Ditengah-tengah meroketnya harga cabai rawit sejak tiga pekan terakhir. Ia bahkan membeli tiga kantong kresek untuk dikonsumsi pribadi dan tetangganya.
"Yah ini buat tetangga, buat teman yang nitip juga. Mumpung murah cuman Rp 14.000 per 1/4 kilogram. Kalau di pasar sampai Rp 18.000. kita kan jadi keberatan buat beli" pungkas Indah. Dwi
Editor : Redaksi