SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki menilai Indonesia memiliki pasar digital yang kuat. Sehingga membuat banyak penjual produk-produk impor, terutama para investor di sektor ekonomi digital juga tertarik untuk berusaha di Indonesia.
Ditambah, era sekarang dengan belanja serba online memang sangat memudahkan sebagian orang. Namun ternyata produk yang kebanyakan dijual import tersebut didominasi oleh kebanyakan reseller.
Baca juga: UMKM Pedagang Es di Banyuwangi Resah, Harga Gelas Plastik Naik Dua Kali Lipat
Namun, menurut Teten Masduki, dirinya menyebut ada 90 persen produk impor yang mendominasi e-commerce di Indonesia dijual oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tidak mempunyai produk sendiri alias reseller.
Teten menyampaikan, dari 22 juta UMKM yang kini sudah masuk ke pasar digital, sebagian besar merupakan UMKM reseller yang menjual produk-produk impor, terutama barang habis pakai atau consumer goods.
"Kalau (UMKM) kuliner rata-rata punya produk sendiri, tapi kalau yang di sektor consumer goods di luar kuliner, sebagian besarnya impor," kata Teten.
Baca juga: Pasca Lebaran 2026: Harga Plastik Melonjak 100 Persen, UMKM-Pedagang di Lamongan Menjerit
Para pelaku UMKM tersebut terpaksa melakukan hal tersebut karena produk-produknya kalah bersaing dengan produk luar dari sisi harga yang terbilang terlalu murah lantaran produk impor juga mendapat subsidi.
"Setelah kita evaluasi tiga bulan ke depan, perlu ada pengaturan mengenai batas minimum harga yang dijual di e-commerce," ujar Teten, Jumat (24/11/2023).
Baca juga: Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mengingatkan agar jangan sampai Indonesia terkena kolonialisme modern karena ketergantungan dari barang impor murah yang dijual di platform e-commerce, misalnya baju seharga Rp 5.000. Baju tersebut merupakan barang hasil jual rugi atau "predatory pricing" yang perlu hati-hati untuk disikapi. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu