SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Balongbendo menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi, di Desa Bakung Temenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026). Selain pendidikan, warga juga menyampaikan persoalan infrastruktur pertanian hingga penguatan UMKM.
Kepala Desa Bakung Temenggungan, Abu Dawud, mengatakan kebutuhan SMAN di Balongbendo sudah sangat mendesak. Selama ini, banyak pelajar harus melanjutkan pendidikan ke Kabupaten Mojokerto atau memilih sekolah swasta karena belum tersedia SMA negeri di wilayah tersebut.
"Seluruh kepala desa di Kecamatan Balongbendo sepakat akan beraudiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperjuangkan pembangunan SMAN di Balongbendo," ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Adam Rusydi menjelaskan pembangunan sekolah negeri baru harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk hibah lahan dari pemerintah daerah serta menyesuaikan kebijakan moratorium pembangunan SMA/SMK yang masih berlaku.
"Pada prinsipnya kami mendukung karena jumlah sekolah negeri di Sidoarjo memang masih terbatas. Akibatnya banyak siswa terpaksa melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta," kata politisi Partai Golkar tersebut.
Sebagai solusi jangka pendek, Adam mengusulkan penguatan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar siswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang setara. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat pascapandemi masih membuat sebagian orang tua kesulitan membiayai pendidikan anak, bahkan ada yang belum dapat mengambil ijazah karena tunggakan biaya sekolah.
"Kami mendorong adanya skema kerja sama antara sekolah negeri dan swasta, khususnya bagi masyarakat desil 1 hingga 4, agar hak memperoleh pendidikan tetap terjamin," jelasnya.
Adam juga menilai skema Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOPP)perlu dievaluasi agar benar-benar mampu mengurangi beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Selain isu pendidikan, warga meminta dukungan pengembangan UMKM melalui bantuan rombong usaha serta perbaikan saluran irigasi yang rusak untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Di akhir reses, Adam juga mengajak generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan sekaligus berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan.
"Anak muda jangan malu menjadi petani. Pertanian memiliki prospek besar dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat," pungkasnya. rko
Editor : Redaksi