SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kasus pneumonia mycoplasma kali ini menjadi bahasan penting di Indonesia. Pasalnya sudah banyak yang terinfeksi dan bahayanya penularan tersebut bisa menyebar via udara atau airborne.
"Mycroplasma ini (penularannya) tetap droplet. Ia adalah percikan dari mulut bisa dari bicara atau batuk. Nah kuman mycoplasmanya ada di droplet itu, sama juga dengan Covid-19," jelas ahli paru, dr Erlina Burhan, Jumat (15/12/2023).
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
"Dan juga airborne kalau mycoplasma. Jadi lewat udara," sambungnya.
Namun jangan khawatir, menurutnya kunci pencegahannya adalah masker. Orang yang sakit diwajibkan pakai masker bila beraktivitas di tempat umum.
"Makanya salah satu pencegahannya droplet dan airborne solusi cegahnya pakai masker. Batuk, bersin, pakai masker. Kalau di saluran napasnya ada bakteri atau virus kumannya itu menempel di masker, tidak ke udara bebas," urai dia.
"Jadi kita sakit tapi menyebar kebaikan dan mendapat pahala, melindungi orang lain," sambungnya.
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Di sisi lain, Erlina mengimbau mereka yang tergolong rentan juga harus sadar diri. Tetap memakai masker bila ke keramaian.
"Satu lagi juga sebaliknya, orang rentan berisiko terinfeksi kalau ada di keramaian, bukan di rumah atau lengang, juga pakai masker. Orang tua, komorbid, sistem imun turun seperti autoimun atau kanker atau rutin cuci darah. Atau HIV/AIDS itu sistem imunnya rendah. Orang inilah pakai masker supaya tidak menghirup virus atau bakteri," jelasnya.
"Kita di kereta, mal, dan sebagainya kita enggak tahu siapa saja yang sakit. Kalau kita merasa rentan pakai masker," tutur dia.
Baca juga: Lewat Senam Kaki, Dinkes Kediri Beri Edukasi Penderita Diabetes Melitus
Sebagai informasi, angka kesakitan akibat bakteri mycoplasma ini cenderung rendah. Mereka yang terkena pneumonia mycoplasma gejalanya relatif sama.
Yakni batuk, pilek, demam, hingga sesak bagi orang tertentu. Erlina mengimbau semua tak perlu panik berlebihan tapi tetap waspada dan saling melindungi. jk-08/dsy
Editor : Desy Ayu