Presiden 2024 Apa dari Militer, tanya Tokek...

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Elektabilitas capres Prabowo-cawapres Gibran, dalam survei Desember 2023 lalu, unggul di beberapa survei.

Lembaga survei Polling Institute, misal merilis suara elektabilitas Prabowo-Gibran  mencapai 46,1%. Capres Anies-Muhaimin 22.6%, sementara Ganjar-Mahfud mengalami penurunan menjadi 20.5%.

Baca juga: Wartawan Menulis, Dibidik Rintangi Penyidikan, Inikah Demokrasi

Sedangkan, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei elektabilitas capres dan cawapres pascadebat capres perdana pada 12 Desember 2023. Hasilnya, pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan elektabilitas 43,7%.; Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 26,1�n Ganjar Pranowo-Mahfud MD: 19,4%

Lalu lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada Selasa (26/12/2023),  merilis hasil simulasi terkait elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7% Ganjar-Mahfud: 24,5%Anies-Cak Imin: 21,0%.

Sedang Indikator Publik Nasional, merilis hasil survei elektabilitas Prabowo-Gibran unggul jauh atas dua paslon lainnya. Elektabilitas Prabowo digambarkan sudah mencapai 50,2%. Berada di posisi kedua paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud dengan elektabilitas sebesar 23,1%. Sementara itu, elektabilitas paslon nomor urut 1 Anies-Cak Imin sebesar 22,7%

Beda dengan Litbang Kompas. Survei Litbang Kompas mencatat elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 39,3%. Posisi kedua diduduki Anies-Cak Imin dengan elektabilitas 16,7%. Pasangan Ganjar-Mahfud duduk di posisi terakhir dengan 15,3%.

Juga ada pergeseran suara orang yang memilih Jokowi pada Pilpres 2019. Sebanyak 39,8�ri kelompok itu memilih Prabowo dan 27,4% lainnya memilih Ganjar.

Jumlah ini berbeda dari catatan Litbang Kompas Agustus 2023. Saat itu, 48,1% pemilih Jokowi memilih Ganjar dan 22,9% lainnya memilih Prabowo.

Baru pada survei Litbang Kompas pada 29 November hingga 4 Desember 2023 dengan melibatkan 1.364 orang responden, tertinggi masih capres Letnan Jenderal (Purn) Prabowo. Sementara survei internal PDIP, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto, merilis hasil survei internalnya. Survei ini usai debat cawapres berlangsung. Andi menyebut berdasarkan survei terkini, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumimg Raka, berada di posisi teratas, diikuti oleh Ganjar Pranowo dan Mahfud Md, serta pasangan AMIN (Anies-Muhaimin).

Hasilnya Prabowo-Gibran berada di posisi teratas dengan perolehan 41,1%. Posisi kedua diikuti Ganjar dan Mahfud sebesar 37�n Anies-Muhaimin senilai 21,7%.

Masih ada waktu satu bulan tujuh hari masa kampanye. Dan tiga kali debat capres cawapres.

Bisakah kedua capres mengungguli capres Prabowo, terbuka. Ini kontestasi memperebutkan dukungan rakyat berdasarkan 'sistem pasar'

 

***

 

Sebagai jurnalis generasi milinieal, saya lebih memilih Survei Litbang Kompas, ketimbang lembag survei lain yang tak menjelaskan sumber pendanaannya.

Survei Litbang Kompas, tegas dibiayai oleh Kompas sendiri. Ini menduga

beberapa lembaga survei dianggap berpihak kepada salah satu Capres. Beda dengan Litbang Kompas.

Beberapa lembaga survei bisa merangkap tim sukses dan konsultan  politik capres tertentu.  Sampai kini, saya masih ragu lembaga survei tersebut tidak berpihak kepada Capres manapun.

Maklum, sejak tahun 2014, saya mencatat kebanyakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) adalah lembaga riset opini publik yang merangkap konsultan politik. Korporasi ini menjalankan bisnis.

Saya mendata, riset yang dilakukan terutama yang terkait dengan kontestasi politik seperti pemilihan umum nasional maupun daerah dan pembuatan kebijakan publik .

Dagangan dari survei adalah untuk mendapatkan gambaran yang bisa mewakili suatu capres dengan sejumlah besar data. Ada opini sosial ekonomi, periklanan dan pemasaran, serta perencanaan atau pengujian fitur produk.

Metode survei kontestasi politik, menurut Masyhuri & Zainuddin, (2008, hlm 41) terdiri memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena menerangkan hubungan (korelasi) dan menguji hipotesis yang diajukan .

Ini karena peneliti mengumpulkan data dari sejumlah besar orang dengan cepat dan efisien. Data ini dapat dijual ke pihak tertentu.

Tentu untuk menginformasikan pengambilan keputusan, mengevaluasi program, dan mengembangkan strategi politik.

Praktis, keberadaan Lembaga survei bisa menjadi kaca pembesar untuk melihat secara jelas siapa calon pemenang dan siapa calon yang kalah.

Ini konon semangat demokrasi sejak era Reformasi. Saya catat, sejak saat itu, hampir tak ada pemilihan umum yang luput dari pantauan atau bahkan “intervensi” dari lembaga survei.

Ciri bisnisnya, saya amati berbagai lembaga survei digunakan oleh perusahaan-perusahan besar untuk memperoleh data tentang peluang pasar, konteks sosial konsumen terkait dengan barang produksi perusahaan . Ini untuk membantu perusahaan, guna menciptakan produk yang mudah diserap pasar dan konsumen. Dari sinilah lembaga survei secara perlahan merembes masuk dalan dunia sosial dan politik.

Dalam proses demokratisasi, lembaga survei saya pantau tumbuh sampai di daerah daerah dengan motor sejumlah akademisi.

Saya mencatat, kehadirannya menjadi jembatan dan memberikan informasi tentang persepsi, harapan dan evaluasi publik tentang perkembangan sosial-politik.

Tak salah, Lembaga survei sering berbicara mengenai pemenangan kandidat. Jarang yang berbicara mengenai kebijakan publik. Padahal,  kebijakan publik seorang calon presiden menurut saya relevan kita kawal, karena ini yang akan dijalankannya dalam lima tahun ke depan.

 

***

 

Dalam catatan jurnalistik saya, sejak penguasa Jenderal (Purn) Soeharto, lengser, baru Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, yang memimpin negeri ini. Lainnya presiden berlatarbelakang sipil.

Baca juga: Pergeseran Nilai Orang Berpuasa

Tercatat, terpilihnya SBY merupakan tonggak awal Indonesia yang lebih demokratis, bukan malah otoritesisme. Sebab, pemilu yang memenangkan dirinya itu juga membawa pesan bagi dunia bahwa Indonesia akhirnya mampu melakukan transisi pemerintahan dari otoriter ke demokrasi dengan jalan damai.

Praktis, Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia.  Hampir seluruh stasiun TV saat itu mengabarkan satu berita yang sama yaitu “Selamat datang Presiden baru”.

Ternyata, kata damai tidak hanya ada pada awal pemilu, dalam sepuluh tahun masa pemerintahannya, damai sangat melekat pada sosok ayah AHY.

Hal tersebut dikarenakan pemerintahannya dapat dikatakan stabil mendorong kesejahteraan dan perbaikan citra Indonesia di mata dunia terutama setelah krisis ekonomi tahun 1998 dan insiden Santa Cruz.

“Kita harus menciptakan thousand friends and zero enemy. Kita bisa kerja sama dengan siapa pun” Pidato SBY Selasa, 20 Oktober 2009.

Dalam masa pemerintahannya, presiden SBY lebih menekankan pada diplomasi damai. Diplomasi ini juga termasuk jargon “Thousand Friends Zero Enemy” yang sangat kental saat masa pemerintahan presiden SBY. Dengan slogan ini serta fokus SBY pada peningkatan kesejahteraan dan perbaikan citra internasional Indonesia, dapat dituliskan beberapa catatan seputar kepemimpinan SBY. Pertama, SBY secara strategis mampu menempatkan Indonesia kembali pada peran pentingnya di ASEAN. Perlahan tapi pasti dengan pertumbuhan ekonomi stabil di atas 6 persen, Indonesia berhasil untuk meraih kepercayaan dari negara ASEAN. Indonesia tidak hanya menjalin hubungan dengan sesama negara tetangga, tercatat Indonesia juga mendekatkan hubungannya dengan India, Australia, dan China selama masa kepemimpinan SBY.

Selama masa kepemimpinannya, Indonesia juga mempromosikan keberhasilan pelaksanaan transisi demokrasi kepada Mesir dan Myanmar. Promosi tersebut dilakukan dalam forum yang lebih besar dari ASEAN yaitu Asia Pasific Forum. Kedua, tidak hanya di forum ASEAN, Asia Pacific Forum atau negara great power kawasan (China, India Australia).

 

***

 

Menggunakan data dari lembaga survei yang ada, terurama Survei Litbang Kompas, kemungkinan Pilpres 2024 berlangsung dua putaran. Mengkalkulasi hasil jajak pendapat dari lemga survei yang ada dan "nuansa" arah penguasa saat ini, gejala memenangkan capres Prabowo-Gibran, sangat terasa. Gejala ini hanya bisa dimentahkan oleh faktor X yaitu kekuasaan Allah semata. Dalam peradaban religi dikenal

kekuatan absolut dan kehendak Allah SWT. Dalam konteks ini, ketika Allah menghendaki sesuatu terjadi, Dia hanya perlu mengatakan "Kun Fayakun,". Dan itu akan terwujud tanpa upaya atau proses yang panjang.

 

***

 

Secara hipotesis, gaya kepemimpinan seorang mantan militer berbeda dengan gaya kepemimpinan seorang sipil.

Contoh, gaya kepemimpinan SBY, berbeda dengqn Jenderal Besar Soeharto.

Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event

Lalu bagaimana dengan gaya kepemimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ini bila menantu Soeharto, jadi terpilih?

Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju Masa Jabatan 2019-2024.

Dengan sejumlah bintang akankah ia melanjutkan gaya kepemimpinan militer SBY yang damai atau malah ikuti gaya kepimpinan Soeharto?

Ini ditunggu rakyat?

Sejumlah bintang yaitu Bintang Kartika Eka Paksi Naraya, Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun, Satya Lencana Seroja Ulangan-III, Satya Lencana Raksaka Dharma, Satya Lencana Dwija Sistha, Satya Lencana Wira Karya, The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja dan Bintang Yudha Dharma Naraya, membawa ujian bagi Prabowo.

Maklum, saya sendiri saat mendengar kata militer,  langsung berpikir tentang wajib militer dan perang, organisasi yang formal, birokratis, dan hierarkis.

Saat bicara kepemimpinan, saya yang generasi milineal punya definisi yang kontekstual tentang kepemimpinan militer. Referensi saya, kepemimpinan militer adalah kemampuan seorang individu memimpin dan mengatur tindakan sekelompok orang dalam konteks tugas-tugas militer. Contoh kepemimpinan militer dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, dalam sebuah proyek di tempat kerja, seorang manajer proyek harus memimpin dan mengatur timnya mencapai tujuan proyek secara efektif.

Brigadir Jenderal (Brigjen) Lincoln C Andrews dalam buku Military Leadership: In Pursuit of Excellence (Sixth Edition) menuansakan kepemimpinan militer dengan gambaran yang altruistik.

Lincoln mengatakan, pemimpin yang baik adalah yang mengerti perasaan orang lain, ingin melalui kesulitan bersama-sama, dan menjaga kesejahteraan (fisik dan mental) anggotanya, baik secara individu maupun kelompok.

Sementara Robert T Kiyosaki melengkapi karakter penting dalam kepemimpinan militer. Dalam buku 8 Lessons in Military Leadership for Entrepreneurs, Kiyosaki mengatakan, salah satu aspek yang patut kita tiru adalah kedisiplinannya. Kiyosaki menilai tinggi kedisiplinan organisasi militer. Dia sendiri  pernah masuk akademi militer. Kiyosaki mengungkapkan, disiplin menjadi syarat mutlak agar seseorang berkembang.

Kita tunggu elektabilitas Prabowo, dalam satu bulan ke depan? Apa stabil, naik atau malah turun?.

Saya punya catatan, Indikator Politik Indonesia pada Jumat (18/8/2023), merilis hasil survei tentang elektabilitas bacapres Anies Baswedan. Ia pernah mengalami peningkatan paling besar pasca-pencapresannya oleh Nasdem awal 2022. Tapi kemudian trennya menurun .

Kita tunggu dinamika terhadap basis dukungan ketiga capres. Didalamnya pasti ada faktor Xnya.

Ada mitos, tentang bunyi tokek bisa bikin hogi dan sial. Soal mitos ini ada masyarakat yang menghitung berapa jumlah tokek saat berbunyi.

Konon tokek berbunyi 7 kali: Nemu Ayu artinya mendapatkan kebaikan. - Berbunyi 8 kali: Ala Gering artinya mendapatkan keburukan. Dan Berbunyi 9 kali: Sengsara Bara artinya sengsara yang tidak berkesudahan.

Ada mitos tokek di rumah yang asal bunyi . Ini menandakanan pemilik rumah akan mendapatkan rezeki. Percaya atau tidak, tokek adalah jenis dari hewan gekkonidae. Anehnya  istilah tokek secara sempit merajuk pada jenis dari marga gekko atau suku gikkonidae.

Makanya suara tokek sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.  Ada beberapa mitos suara tokek yang melegenda di Indonesia antara lain bisa meramal masa depan. Konon bisa dideteksi melalui jumlah tokek berbunyi. believe or not. (radityakhadaffi@gmail.)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru