SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam aksi demo sejak sore tadi (7/2) ada sejumlah pamflet yang tersebar. Antara lain isu soal kecurangan pemilu, korupsi, kolusi dan nepotisme, agraria, monopoli sumber daya alam, lingkungan, biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal, kebebasan sipil, keadilan ekonomi dan gender, kekerasan aparat dan produk hukum bermasalah.
Aksi yang diikuti oleh mahasiswa dari beberapa kampus, di antaranya dari Universitas Trisakti, Universitas Trilogi, Universitas Bung Karno, Universitas Gajah Mada dan elemen masyarakat lainnya, menuntut empat tuntutan, yang intinya usulan memakzulkan Presiden Jokowi.
Baca juga: Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan
Menurut Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Lamdahur Pamungkas, tuntutan pemakzulan itu salah satunya karena Kepala Negara dinilai mengintervensi proses politik pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
Baca juga: Diwarnai Bentrok, Ratusan Massa Aksi Desak Evaluasi Program Pemerintah
"Ia (Presiden Joko Widodo) mengintervensi politik dengan mendukung salah satu paslon secara implisit. Ini merugikan masyarakat banyak, salah satunya, banyak harga bahan pokok yang naik dan juga pencorengan konstitusi. Trisakti sendiri kecewa," kata Lamhadur.
Berjumlah Sekitar 700 Mahasiswa
Lamhadur mengatakan bahwa massa aksi tersebut berjumlah sekitar 700 orang. "Total 700 orang, 700 peserta," kata Lamhadur.
Baca juga: Aksi #IndonesiaSekarat Berujung Pembubaran, Polisi Amankan Sejumlah Peserta
Adapun aksi tersebut itu sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Letjen S. Parman, namun berangsur kembali lancar seiring dengan meluasnya aksi ke kawasan Jakarta Pusat. (erk/jk/rmc)
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi