SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro menemukan sejumlah makanan yang dijual di pasar dan toko swalayan terindikasi mengandung bahan-bahan berbahaya.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026
Petinggi Pemkot Mojokerto ini mengatakan, dari sejumlah sampel produk makanan dan minuman (mamin) yang di uji, ada beberapa yang dicurigai mengandung boraks.
"Ada dua produk yakni krupuk rambak dan ceker ayam terindikasi mengandung boraks. Sekali lagi ini masih indikasi, kepastiannya masih perlu kita uji di laboratorium kesehatan Dinkes P2KB," jelasnya, Senin (1/4/2024).
Atas temuan tersebut, Mas Pj mengancam akan menarik produk-produk mamin yang terbukti mengandung bahan berbahaya boraks, formalin, dan rhodamine.
"Kalau masih indikasi awal tentu kita tidak bisa serta merta untuk menarik dari pasaran, tapi nanti jika sudah dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya maka itu akan kita tarik," tegasnya.
Masih kata Mas Pj, selain melakukan uji sampel produk mamin, ia juga melakukan pengecekan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan di pasaran.
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Hasilnya, hanya daging yang harganya diketahui melambung tinggi mencapai Rp 130 ribu perkilogram.
"Beras Alhamdulillah sudah sesuai ketentuan, baik premium maupun medium semua masih dibawah HET. Harga beras medium Rp 10. 900, sedangkan untuk beras premium di kisaran harga Rp 13.200 hingga 14.900," ungkapnya.
Sekedar informasi, sidak yang dilaksanakan pada Senin (1/4/2024) pagi ini dilakukan di tiga lokasi, yakni pasar tanjung anyar, swalayan sanrio dan superindo.
Turut mendampingi pada kegiatan ini, Dandim 0815, Kapolresta Mojokerto, Kejaksaan, Setdakot, Kabulog, Kepala Diskopukmperindag serta Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto. Dwi
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
Editor : Redaksi